Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 20 September 2013
PUISI CINTA SEORANG AHLI TAJWID KEPADA ISTRINYA
Dik, saat pertama kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah...
hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar...
Aku di matamu mungkin bagaikan Nun Mati di antara idgham Billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada...
Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar,
jelas dan terang...
Jika Mim Mati bertemu Ba disebut ikhfa Syafawi,
maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta...
Sejenak pandangan kita bertemu,
lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham Mutamaatsilain...
melebur jadi satu.
Cintaku padamu seperti Mad Lazim ...
Paling panjang di antara yang lainnya...
Setelah kau terima cintaku nanti,
hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro..
terpantul-pantul dengan keras...
Dan akhirnya setelah lama kita bersama,
cinta kita seperti Iqlab,
ditandai dengan dua hati yang menyatu..
Sayangku padamu seperti Mad Thobi'I dalam quran...
Buanyaaakkk beneerrrrr....
Semoga dalam hubungan,
kita ini kayak idgham Bilaghunnah ya,
cuma berdua, Lam dan Ro' ..
Layaknya Waqaf Mu'annaqah,
engkau hanya boleh berhenti di salah satunya, dia atau aku?
Meski perhatianku ga terlihat kaya Alif Lam Syamsiah,
cintaku padamu seperti Alif Lam Qomariah, terbaca jelas...
Dik, kau dan aku seperti Idghom Mutajanisain...
perjumpaan 2 huruf yang sama makhrajnya tapi berlainan sifatnya...
Aku harap cinta kita seperti Waqaf Lazim,
terhenti sempurna di akhir hayat...
Sama halnya dgn Mad 'Aridh dimana tiap mad bertemu Lin Sukun Aridh akan berhenti,
seperti itulah pandanganku ketika melihatmu...
Layaknya huruf Tafkhim,
namamu pun bercetak tebal di fikiranku
Seperti Hukum Imalah yg dikhususkan untuk Ro' saja,
begitu juga aku yang hanya untukmu.
Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu
seperti Mad Aridlisukun ....
Rabu, 31 Oktober 2012
BINGKAI SEMU
Tahukah kamu sebenarnya aku rindu....
Sangat rindu..
Ketika kita bertemu kemudian memelukmu..
Sebenarnya ingin terus memelukmu
Tak ingin melepaskanmu
Tapi aku hanya berpura-pura biasa saja
Mencubitmu atau mengganggumu itu menyenangkan
Meski ku tahu kau tak begitu suka
Aku sangat rindu padamu
Ingin sesekali meluangkan waktu
Hanya sekedar makan bersama
Berbagi cerita di hari itu
Ketika aku tertawa di hadapanmu
sebenarnya ada sakit yang mendera tubuhku
ingin kubagi denganmu
tapi aku tak mampu
tak selayaknya kau tahu
Biarkan ini menjadi bebanku
Apakah semua ini hanya bingkai semu?
Entahlah
tapi aku tulus mencintaimu..
Sangat rindu..
Ketika kita bertemu kemudian memelukmu..
Sebenarnya ingin terus memelukmu
Tak ingin melepaskanmu
Tapi aku hanya berpura-pura biasa saja
Mencubitmu atau mengganggumu itu menyenangkan
Meski ku tahu kau tak begitu suka
Aku sangat rindu padamu
Ingin sesekali meluangkan waktu
Hanya sekedar makan bersama
Berbagi cerita di hari itu
Ketika aku tertawa di hadapanmu
sebenarnya ada sakit yang mendera tubuhku
ingin kubagi denganmu
tapi aku tak mampu
tak selayaknya kau tahu
Biarkan ini menjadi bebanku
Apakah semua ini hanya bingkai semu?
Entahlah
tapi aku tulus mencintaimu..
Langganan:
Postingan (Atom)