Rabu, 16 Juli 2014

Pesan untukmu sayang


Dek,, usiamu sekarang 14 tahun lebih 1 bulan.. tepat hari ini.
Mbak masih ingat bagaimana, ibumu merasakan kesakitan yang luar biasa. Hampir  24 jam  ibumu merasakan  sakitnya kontraksi-kontraksi saat akan melahirkanmu..

Waktu kamu lahir, mbak masih kelas V SD.
Kamulah cucu pertama laki-laki di keluarga ibuk.
Mbak begitu tahu segala proses perkembanganmu, dari kamu masih kecil lucu ipel-ipel sampai sekarang kamu tumbuh menjadi remaja. Dulu  setiap hari Jumat dan Sabtu mbak yang momong’mengasuh’ kamu. Saat ditinggal ibukmu kuliah.

 Ada cerita lucu ketika   mbak mengajakmu jalan-jalan sore sambil ndulang ‘menyuapimu’. Mbak mendorongmu dengan sepeda dan menaruh mangkok makananmu di kranjang belakang. Waktu itu kita berhenti di buk dekat kantor pos karna ada acara foto-foto.
Gak tahunya ayam yang tadinya ada di mangkokmu hilang.. hahaha.

Kamu termasuk anak yang gak rewelan, manut.. Senang sekali saat kamu masih balita mbak ndandani kamu. Memakaikan minyak rambut, minyak wangi, dan lotion bayi. Hemm.. pokoke kamu ganteng dan selalu wangi.

Kamu juga tidak suka tempat kotor, ingat waktu mbah kakung masih punya kandang ayam. Setiap kali lewat sana, pasti kamu tutup hidung dan seakan ingin  muntah.  Ke rumah yang kotor saja, kamu pasti  gak mau diturunin alias ngganduli kaki bapak atau ibumu.

Sejak kamu kecil kamu tidak pernah menangis keras seperti kebanyakan anak seusiamu. Kamu tuh kalau nangis gak ada suaranya, tanganmu sudah ngucek-ngucek mata. Bahkan sampai sekarang, tahu-tahu sudah berlinang air mata.

Kamu cukup pendiam dan jarang bergaul dengan teman sebayamu. Ingat gak, waktu SD sudah dibelikan sepatu futsal mbah kakung tapi kamu gak mau ikutan futsal. Malah ngintip dari jendela rumah mbah kakung melihat anak-anak bermain futsal.

 Saat pertama kali sekolah, kamu harus ditunggu bapak sampai dua bulan. Karna setiap kali akan ditinggal kamu pasti menangis. Jadi mau gak mau, Bapakmu harus ikut sekolah selama dua bulan.

Memasuki  SMP kamu didaftarkan di Al Islam Surakarta.  Kamu juga harus ngekos alias dimasukan pondok yang lokasinya tepat  di samping sekolahmu.Waktu pertama kali mondok  Masih belum bisa pisah sama ortu terutama ibukmu. Kalau saat dijenguk nangis, nyuruh yang jenguk cepet pulang cepet pulang. Alhamdulillah sekarang udah enggak. 

Waktu menemani kamu belanja baju, mbak baru nyadar kamu benar-benar sudah tumbuh menjadi remaja. Seleramu sekarang sudah berubah, milihkan celana panjang atau celana pendek saja susahnya. Kamu termasuk pemilih juga ternyata. Hemm… apalagi kalau soal mencari sepatu susahnyee.. Ukuran sepatumu berapa 42 kan ya? Itu mungkin gara-gara kamu kebanyakan kalsium dari susu yang sering kamu minum. Haha
Lha gimana, tinggimu aja udah 165 an, duh… kamu kan masih masa pertumbuhan. Terus mau setinggi apa lagi.
 Kamu benar-benar tumbuh jadi anak ganteng dan selalu wangi. Rambutmu selalu Wangi, gak seperti lelaki kebanyakan. Mbak sering mual setiap kali terpaksa harus minjem helm ke teman lelaki mbak, duuh baunya ra nguati.. hihi :D

Mbak tidak tahu apa yang sedang kau pikirkan saat ini.. Mbak sedang mencoba memahamimu,, Tapi setiap kali ditanya, mencoba mengajakmu bercerita, kamu selalu tertutup. Jarang sekali mau bercerita panjang lebar. Beda sekali dengan adikmu yang super cerewet. Kamu hanya bicara saat mbak melontarkan pertanyaan-pertanyaan.

Maafkan mbak atas kejadian beberapa hari yang lalu,.,,
Mbak menyesal sekali telah meluapkan amarah kepadamu..
Kamu harus tahu mbak ini manusia biasa, mbak udah lama nahan akhirnya pecah juga.
Mbak tahu kamu sedang mencari jati diri,, mbak tahu itu. Mbak tidak menghalangi setiap kali kamu asik membuat instrument musik, beli kabel-kabel buanyak banget, download aplikasi-aplikasi yang mbak g ngerti apa itu. Mbak maupun ibuk  membiarkan kamu menemukan apa bakatmu.

Tapi sikapmu yang agresif, selalu bantah  apa yang dikatakan orang tua dan kurang care   membuat mbak gak bisa menahan diri. Baru kamu ngger, ponakan yang membuat mbak seperti malam itu.  Mbak semalaman gak bisa tidur, menyesal sekali telah memarahimu. Mbak Cuma pengen kamu lebih menghormati orang yang lebih tua. Tidak hanya mbak saja, siapapun itu.   Memang kita seperti teman, seringkali berkelahi memerebutkan hal-hal gak penting alias gojek. Tapi bagaimanapun mbak ini adalah adik ibumu.  Coba, kalau ibumu sedang pergi dan sakit seperti kemarin. Siapa yang menggantikan tugas ibumu? Mbak kan?!  

Ngger..Adeku yang sholeh,,
Kamu perlu tahu mbak itu sayaang banget sama kamu..

Apapun yang kamu minta mbak selalu turuti selama mbak mampu dan bisa. Misal kamu pengen mbak masakin apa, mbak masakin kan? Itu cara sederhana yang mbak lakukan untuk menunjukkan kasih sayang mbak kepadamu.
Cah baguus,,, walau pagi hari setelah kejadian itu, kita berusaha biasa saja tidak membahas sama sekali kejadian itu. Bahkan diantara kita tidak ada kata saling maaf memaafkan.

Mbak memang sudah memaafkan karna pagi harinya mbak membangunkanmu sahur seperti biasa. Hari itu kita tidak terlalu banyak bicara. Hingga akhirnya mbak ikut kamu ke pondok, pindahan kamar dan menata kamarmu.
Tahu gak sih, mbak mencoba menahan air mata saat melihat kamu makan ‘ pulukan’. Kamu makan dengan lahap jatah buka puasa dari pondok.  Karna selama hampir 2 minggu, mbak yang menyiapkan makananmu. Mbak tahu sekali porsimu seberapa, waktu kamu makan.. mbak merasa kamu memang masih anak kecil. Mbak mencoba tidak menunjukkan kesedihan saat harus meninggalkan pondokmu.. Bahkan di mobil mbak tidak mampu lagi membendung air mata,  mencoba stay cool dan gak banyak bicara selama di mobil. Karna mbak khawatir bapakmu tahu kalau mbak menangis.

Adeku sayang… mbak tidak mengerti lagi, dengan bahasa apa mbak harus berbicara denganmu. BBM dari mbak saja belum kau baca.  Akhirnya mbak memilih menuliskan ini. Mbak hanya berharap kamu jadi anak yang lebih baik, hormati yang lebih tua, sayangi dan lindungi adik. Kamu itu anak laki-laki kalau bapak gak ada, kamu yang akan menggantikan posisi bapak melindungi ibuk dan adik. Mbak tahu,, kamu anak yang baik sebenarnya Cuma belum menemukan  diri kamu dengan cara yang tepat.  Kamu coba bersosialisasi dengan orang banyak. Biar pikiranmu lebih terbuka, biar tambah ilmu dan pengalaman. Oya.. kalau ada apa-apa tu crita ya sama mbak. Jangan dipendam sendiri, mbak kan gak ngerti kamu maunya apa.
Satu catatan penting Belajar ya ngger sekarang sudah kelas 3 SMP lho. Biar bisa sekolah di SMA Negeri terus bisa dapat PMDK. Kamu jadi ikut mbak kan, kalau mbak sudah punya rumah di Jogja? Doakan mbak ya, bisa sukses semuda mungkin, Biar bisa gantian ngurusi kalian ponakan mbak tersayang. Mbak membayangkan nanti kalau mbak Dinda ketrima di kedokteran UGM, dan kamu juga kuliah di UGM. Mbak alin kerja di Jogja. Jadi kita semua ngumpul. Kalian bisa ikut mbak.. Oya kamu pasti juga seneng kan kalau ternyata rumah mbak ada studionya. Semoga Allah ridhoi impian bersama kita ya Aamiin.. Aamiin Ya Rabb..

Mbak sudahi tulisan ini ya.. intinya mbak minta maaf ya sayaang, kalau mbak kemarin mengatakan sesuatu yang melukai perasaanmu. Kita damaai,, bahkan ketika ada kesalahan yang tertakdir atasmu insyaAllah mbak maafkan. Ingat selalu pesan mbak ya,

Jangan lupa sholat lima waktu doakan ayah ibu.

Semoga Allah melindungimu selalu, dimanapun dan kapanpun berada. .

I love U  coz Allah ^_^

Senin, 30 Juni 2014

JANGAN PANGGIL AKU NDUK



Panggilan nduk bagi orang lain merupakan panggilan yang wajar dan biasa saja tapi bagiku panggilan ndhuk adalah panggilan yang terlalu sakral. Jika dalam mata kuliah Foklor Jawa kata Ndhuk berarti panggilan untuk anak perempuan kependekan dari gendhuk. Mungkin kata ini hampir sama dengan panggilan le, nok dsb.

Tapi jangan tanya kata itu lebih jauh. Tanyakan saja pada dosen Foklor langsung atau tanyakan pada anak-anak Jawa. Agak merinding disko kalo membahas kata ini lebih jauh, meskipun itu adalah ilmu tapi tetap saja gimana gitu. Sudahlah sekarang kita tutup masalah Foklor. Kembali ke kata “ndhuk”, aku begitu gak suka dipanggil dengan panggilan ini. Karena setiap kata ini diucapkan oleh orang agak gimana gitu terlebih oleh teman-teman sebaya.

Kalo dikatakan oleh orang yang setahun lebih tua dariku ataupun Murabbi aku bisa mengampuninya tapi jangan harap akan mendapat ampunan jika yang memanggilki “Nduk” adalah teman sebaya. Apalagi teman sebayaku itu lebih kekanak-kanakan ( paling gak masih mending aku) he2. Panggilan Nduk mengingatkanku pada simbah yang selalu memanggilku “gendhuk atih”. Panggilan itu selalu terucap dibibir wanita yang sudah cukup renta dengan rambut yang mulai memutih tapi badannya masih tetap subur.

Suara dan nada dasar yang sulit untuk dijelaskan ketika kata itu diucapkan entah berapa nadanya. Gak kan ada yang bisa menirunya. Karena ia adalah suara simbahku yang paling baik dan gak neko-neko sampai aku sebesar ini belum pernah dimarahi olehnya. Selain diucapkan oleh Simbah putriku, kata Ndhuk ini dikatakan oleh Ibuku.

Saat ibuku menceritakan diriku yang sedang sibuk dengan kegiatanku ataupun menceritakan diriku yang sok sibuk di kampus dan tidak pulang ke rumah. Ibu selalu mengawali dengan “ Gendhuk malah mboten mantuk betah sanget wonten Jogja” Itulah yang sering ibu katakan kepada tetangga ataupun temannya yang bertanya tentang diriku. Makanya aku selalu marah jika dipanggil ndhuk oleh teman-teman.


Menurutku kata Ndhuk sudah mengalami perluasan seharusnya hanya diucapkan oleh orang tua kepada anaknya tetapi sekarang diucapkan oleh semua orang bahkan teman sebaya memanggil ndhuk. Afwan teman-teman aku pengin minta sesuatu. Satu hal yang perlu diingat dan dicamkan jangan panggil aku ndhuk . Nuwun…

--------------------------------------------  Repost catatan FB ditulis th 2009-------------------------



Sabtu, 21 Juni 2014

Cinta Yang Sempurna



Bingung sebenarnya mencari kata yang pas untuk sesuatu yang akan kubahas ini.  Kita akan berbicara tentang cinta,, yang konon menjadi pembahasan paling ngehits sepanjang jaman. Kali ini Saya tidak akan membahas tentang cinta dua anak manusia, ataupun roman picisan sebagaimana diceritakan dalam berbagai novel. Ini tentang cinta yang tulus..cinta orang tua kepada anaknya..

Kalau diibaratkan ratusan  bahkan milyaran kata sekalipun tidak akan sanggup untuk melukiskan betapa besarnya cinta orang tua kepada anaknya. Cinta mereka sempurna dan teramat istimewa.
Apapun dilakukan orang tua untuk membuat anaknya bahagia, apapun dilakukan orang tua untuk melindungi anaknya. Bahkan sekalipun harus bertaruh nyawa mereka rela.

Orang tua  susah payah membesarkan, mendidik dan melindungi anaknya.  Terlebih lagi jika  anak yang dimiliki adalah seorang anak gadis. Penjagaan ekstra ketat dilakukan sang Ayah untuk melindungi si buah hati. Bahkan hal yang mungkin kedengarannya konyol mereka tidak rela anak  gadisnya digigit seekor nyamuk sekalipun. Terbukti semalam, Bapak dan Ibu meributkan soal mematikan lampu ruang tamu. Bapak menyuruh ibu menyalakan lampu ruang tamu karna khawatir jika ruang tamu gelap, nyamuk akan bermigrasi ke kamar anak gadisnya.
Memang konyol dan teramat sederhana, tapi itulah cinta. Mereka melakukan apapun untuk menjaga agar tidak lecet ataupun luka sedikitpun. Bahagia tak terhingga memiliki orang tua yang begitu perhatian.

Ketika seorang anak perempuan tumbuh menjadi  gadis remaja Ayah dan Ibu kerja ekstra untuk melakukan penjagaan. Bagaimana tidak, anak gadisnya bak bunga yang tengah bermekaran, nampak ranum dan mempesona siapa saja yang melihatnya. Orang tua tidak rela mereka layu sebelum berkembang, mereka tidak rela ia dipetik oleh sembarang orang. Maka hal pertama yang dilakukan seorang Bapak adalah berjaga setiap kali ada lelaki yang kelihatan mampir ke rumah. Memasang tampang paling garang, dan menujukkan ekspresi yang begitu cemburu. Sungguh, Saya baru menyadari bahwa itu bentuk cintanya yang begitu sempurna. Waktu itu kupikir  kenapa Bapak kolot sekali, bahkan memarahi seorang kakak kelas yang datang ke rumah. Meskipun dia datang sebenarnya modus sih, bahasnya soal pramuka gitu. Tapi Saya  sebenarnya tidak suka dia datang ke rumah, tapi juga gak enak buat ngusir. Setelah di usir Bapak, akhirnya dia ga pernah datang-datang lagi ke rumah. . Alhamdulillah..(maap malah seneng.. piss).

Banyak hal sepele yang dilakukan oleh seorang Bapak dan Ibu tapi menujukkan kesempurnaan cinta mereka kepada anaknya. Bapak Ibu yang rela  menunggu di depan pintu sampai anaknya datang. Bapak yang merapikan kamar dan menyiapkan tempat tidur untuk anak gadisnya setelah 2 bulan tidak pulang. Atau Ibu yang selalu menyediakan minum segelas teh hangat yang teramat manis, terlebih ditambah senyuman ibu. Ibu yang tidak mengijinkan anaknya keluar malam sendirian meskipun itu baru jam setengah tujuh malam. Ibu merelakan diri untuk menemani keluar sekedar beli makan, ataupun sekedar membeli pulsa.  Padahal anak gadisnya terbiasa keluar sendirian malam ketika ia dikosan.  Apalagi namanya kalau bukan cinta yang sempurna. Ibu takut nanti ada setan lewat. Maksudnya kalau ada lelaki yang mengganggumu nak, Nyes gitu rasanya mendengar dan melihat betapa mereka memberikan segenap hati untuk buah hati'.

Perlindungan Bapak tidak berhenti di sini saja. Saat ada anak-anak pondok yang sedang duduk di teras rumah karna sedang menunggu gantian main futsal. Bapak tidak mengijinkan Saya lewat pintu depan, melainkan lewat pintu samping agar tidak menjadi pusat perhatian. Kalian tau gak sih, anak pondok itu adalah ikhwan-ikhwan lho padahal. Aku sih khusnudzon mereka gak kan nglirik2. (Mungkin.. lho). Bapak rada gimana gitu emang dengan anak pondok dekat tempat tinggal kami. Bapak menyebutya ' kathok jigrang'. Ada banyak kelakuan mereka yang menurut Bapak kurang menujukkan akhlak terpuji. Jadinya Bapak mengenarilisir bahwa setiap lelaki kathok jigrang itu bla,,,blaa..blaa. Duh semoga nanti dapat ikhwan yang akhlaknya baik, penampilannya tidak membuat orang rumah takut. Aamiin,,, (kenceeeeng pake bangeet).

Segala hal dilakukan orang tua untuk menjaga dan melindungi anaknya. Mana mungkin mereka rela melihat anaknya  disakiti, hatinya terluka, bahkan ketika air matanya mulai tertumpah. Seorang Bapak hanya diam saja, mendiamkan anak gadisnya menangis di sudut kamarnya. Walau sebenarnya hatinya teriris-iris melihat anaknya menangis. Terlebih jika itu terjadi karna disakiti oleh orang lain. Kalau saja bisa  mereka sampaikan. Mungkin ini yang akan disampaikan...
Tolong.. jangan sakiti anak gadisku, anak gadis saudaraku, anak gadis tetanggaku, anak gadis siapapun yang ada di muka bumi ini.
Ah.. tentu kau tidak mampu memahami perasaanku, karna kau belum menjadi orang tua..

Cinta orang tua adalah cinta yang sempurna. Kita sebagai anak, tak kan mungkin bisa membalas jasa kedua orang tua. Ibaratnya hanya sekuku hitam saja, sekalipun anak bisa membalas orang tua.
Bapakku mengatakan ini kepada simbah saat sakaratul maut. "Aku njaluk ngapura mbok, apa sing tak lakoke kanggo njenengan mung sekuku ireng".
Orang tua tidak meminta aneh-aneh. Balasan yang paling membuat bahagia orang tua adalah menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua dan menjadi anak yang sholeh/ sholehah.
Semoga Allah senantiasa memberikan sebaik-baik penjagaan untuk kedua orang tua kita..





Kamis, 19 Juni 2014

Tentang Rasa dan Hujan Bulan Juni

Ketika memasuki  bulan Juni, semua akun di berbagai sosial media ramai sekali membahas tentang 'Hujan Bulan Juni', termasuk Saya. Terlalu mainstream memang. Tapi Saya kagum dengan puisi Pak Sapardi ini. Sueer..meskipun dibuat puluhan tahun lalu, tetap saja relevan untuk saat ini. Menurut Saya puisi itu cukup dapat mewakili jutaan hati manusia yang merasakan hal yang sama.
Coba kita simak puisi Pak Sapardi berikut ini..
Kehebatan puisi di atas mengajarkan tentang ketabahan, kebijaksanaan, dan kearifan hujan bulan Juni. Tetaplah menjadi demikian hujan  bulan Juni. Sekalipun rintikmu telah diturunkan di suatu belahan bumi, tetaplah demikian. Meskipun tetes airmu belum mampu membahasahi semua belahan dunia, tetaplah demikian.

Saat puisi Hujan Bulan Juni  ditulis, musim penghujan dan kemarau berjalan secara stabil. Sedangkan sekarang teori yang Saya dapatkan di sekolah tidak lagi relevan digunakan karena cuaca tak menentu. Kalau dulu patokannya jelas. Bulan April- Oktober adalah musim kemarau, sedangkan Oktober sampai april adalah musim penghujan. Kalau sekarang musim sudah berganti, sudah tak lagi sama dengan teori.

Hujan di bulan Juni untuk saat ini bukanlah sesuatu yang mustahil. Iya,, bukanlah sesuatu yang mustahil. Kemarin saja hujan turun dengan derasnya. Berderai,, menyampaikan jutaan rindu pada bumi pertiwi.

Bulan Juni ini Saya pun merasakan jutaan rasa yang teramat sulit untuk diterjemahkan lewat kata, apapun itu setiap rasa yang hadir harus dinikmati dan disyukuri. Semoga semakin pandai  mengolah rasa dan mengeja setiap cinta-Nya.
Selamat mengolah rasa sobat, semoga mampu menjadi hidangan yang lezat dan  berkhasiat :D



Selasa, 17 Juni 2014

AYAH IJINKAN AKU BERBEDA


Ayah Ijinkan aku berbeda..
Teman-temanku memakai  jilbab kecil, sedang aku memakai  jilbab yang lebih panjang dari mereka..
Ayah Ijinkan aku berbeda..
Jika aku tidak mau lagi berjabat tangan dengan laki-laki yang bukan muhrim,,
Ayah Ijinkan aku berbeda
Teman-temanku senang sekali hip-hip hura kesana kemari  tapi aku memilih untuk duduk melingkar ngaji.
Ayah ijinkan aku berbeda..
Teman-teman mungkin memilih jalan pacaran kemudian menikah tapi aku ingin  pacaran setelah menikah
Ayah ijinkan aku berbeda
Kalau ternyata aku memberikan engkau menantu lelaki   berjenggot dan celana ngatung,
Tenang Ayah,, aku tidak akan memilih teroris seperti yang engkau khawatirkan.
Ayah ijinkan aku berbeda
Ketika teman-temanku meminta mahar mobil, rumah mewah atau uang puluhan juta rupiah aku hanya meminta  seperangkat alat shalat atau hafalan surat dari calon suamiku nanti,,
Ayah ijinkan aku berbeda.
Berbeda dari anakmu yang lainnya, Aku Begitu mencintai dakwah .
Ayah ijinkan Aku berbeda.
Orang lain berdakwah lewat tausiyah  sedangkan aku  lewat seni  dan budaya.
Ayah inilah anakmu dengan segala kekurangannya, Aku tahu engkau  menerima kekuranganku dengan sempurna.
Ayah aku memang  berbeda,   aku sadar hanyalah seorang wanita akhir jaman yang sedang mengais pahala dari Allah, Seorang muslimah yang mengharapkan surga Allah.
Ayah aku ingin menjadi sebaik-baiknya perhiasan dunia, menjadi  putri yang sholihah.
Ayah, aku tahu belum menjadi puteri yang baik, aku sedang belajar  dan berusaha menjadi yang terbaik  semoga kelak kita  dapat berkumpul di Syurga,
Ayah,, terimakasih atas semua cinta dan doa yang tak pernah putus..

Aku sayang Ayah karena Allah ^_^




Jumat, 13 Juni 2014

MODUS LO UDAH BASI !!!!



Kali ini Aye  pengen  bahas tentang modus dan kode.  Setau kalian, modus dan kode itu apa?? Kalau dalam ilmu matematika modus itu adalah nilai yang sering muncul. Itu lho.. kalau kita lagi ngitung mean, median dan ada modus. Nah untuk lebih jelasnya  kite intip nyok, di KBBI makna modus itu apaan sih.    
mo·dus n 1 cara; 2 Ling bentuk verba yg mengungkapkan suasana kejiwaan sehubungan dng perbuatan menurut tafsiran pembicara tt apa yg diucapkannya; 3 nilai yg paling besar frekuensinya dl suatu deretan nilai; 4 angka statistik yg paling sering muncul dl populasi atau sampel;
-- desideratif modus yg menyatakan keinginan;
-- imperatif modus yg menyatakan perintah atau larangan;
-- indikatif modus yg menyatakan sikap objektif atau netral;
-- interogatif modus yg menyatakan pertanyaan;
-- operandi modus operasi;
-- operasi cara atau teknik yg berciri khusus dr seorang penjahat dl melakukan perbuatan jahatnya;
-- optatif modus yg menyatakan harapan

Sekarang kita coba memaknai kata kode. Kode menurut KBBI adalah sebagai berikut:

ko·de n 1 tanda (kata-kata, tulisan) yg disepakati untuk maksud tertentu (untuk menjamin kerahasiaan berita, pemerintah, dsb); 2 kumpulan peraturan yg bersistem; 3 kumpulan prinsip yg bersistem;
-- etik norma dan asas yg diterima oleh kelompok tertentu sbg landasan tingkah laku;
-- etik jurnalistik Publ aturan tata susila kewartawanan; norma tertulis yg mengatur sikap, tingkah laku, dan tata krama penerbitan;
-- etik kedokteran norma dan asas yg berlaku bagi para dokter sbg landasan dl menjalankan profesinya;
-- etik sosial sistem norma yg membedakan tingkah laku yg baik dan yg buruk dl pergaulan antarmanusia;
-- morse kode atau benda berupa titik dan garis sbg pengganti huruf, angka, dan tanda baca yg digunakan pd pengiriman dan penerimaan berita telekomunikasime·ngo·de·kan v 1 mengalihkan ke dl kode; 2 memasukkan ke dl urutan atau daftar kode


Hmm… tapi modus dan kode yang popular saat ini bukan itu lho.  Entah Siapa yang pertama kali mempopulerkan istilah modus ini.  Saya nyuplik dari kitab gaul katanye,, makna kode dan modus adalah sebagai berikut
Modus
Modus bisa diartikan memiliki niat lain dibalik pekerjaan lain yang dilakukan.
Contoh : A : "Eh, ngerjain tugas bareng yuk?" | B : "Ah, modus mulu lo bilang aja mau deket-deket sama gw."

Kode
Kata kode biasanya digunakan ketika seseorang tidak mau menyampaikan maksud ucapannya secara langsung.
Contoh : "Ada 2 tiket konser, satu lagi buat siapa ya? #kode" (ngajakin nonton konser berdua)

Jaman sekarang udah semakin macem-macem dah istilahnya anak ghaol gitu, tapi menurut Saya istilah kode dan modus itu ada kok dalam ilmu bahasa. Biar rada keren gitu lhooh,, kita mikir berdasarkan dasar keilmiahan. Kalau menurut ilmu bahasa dikenal beberapa tindak tutur. Saya nyuplik beberapa tindak tutur ini di  suatu blog, maklum buku2 aye dipinjam adek kelas belum dibalikin.. Yuk disimak,,
1.    Tindak Lokusi
Tidak tutur lokusi adalah tindak tutur yang dimaksudkan untuk menyatakan sesuatu; tindak mengucapkan sesuatu dengan kata dan makna kalimat sesuai dengan makna kata itu di dalam kamus dan makna kalimat itu menurut kaidah sintaksisnya. Rahardi (2003: 71) mendefinisikan bahwa lokusi adalah tindak bertutur dengan kata, frasa, dan kalimat sesuai dengan makna yang dikandung oleh kata, frasa, dan kalimat itu.
Contoh tindak tutur lokusi adalah ketika seseorang berkata “Ratna sedang memasak’ Kalimat ini menunjukan sebuah informasi tanpa ada tendesi apapun.
2.    Tindak Ilokusi
Ilokusi adalah tindak melakukan sesuatu Ilokusi merupakan tindak tutur yang mengandung maksud dan fungsi atau daya tuturan. Pertanyaan yang diajukan berkenaan dengan tindak ilokusi adalah “untuk apa ujaran itu dilakukan” dan sudah bukan lagi dalam tataran “apa makna tuturan itu?”.
Contoh tindak tutur ilokusi adalah “udara panas”. Tuturan ini mengandung maksud bahwa si penutur meminta agar pintu atau jendela segera dibuka, atau meminta kepada mitra tutur untuk menghidupkan kipas angin. Jadi jelas bahwa tuturan itu mengandung maksud tertentu yang ditujukan kepada mitra tutur.
3.    Tindak Tutur Perlokusi
Tuturan yang diucapkan penutur sering memiliki efek atau daya pengaruh (perlocutionary force). Efek yang dihasilkan dengan mengujarkan sesuatu itulah yang oleh Austin (1962: 101) dinamakan perlokusi. Efek atau daya tuturan itu dapat ditimbulkan oleh penutur secara segaja, dapat pula secara tidak sengaja. Tindak tutur yang pengujaran dimaksudkan untuk memengaruhi mitra tutur inilah merupakan tindak perlokusi.
Sebagai contoh  Nyari referensinya susah banget, harus muter ke sana kemari.
Tuturan di atas bermaksud agar lawan tutur mau ikut membantu mencari referensi. Tapi syaratnya orang yang diajak bicara atau lawan tutur itu ‘peka’. Karna pengalaman Aye nih, pernah ngomong kaya gini tapi lawan tutur malah ngomong begini ‘waktu aku dulu juga susah nyari referensinya’. (Gubraaak… Ampuun daaaah). Tu temen Aye yang diajak bicara aja anak bahasa kagak paham. Maksud Aye kan, minta dianter gitu muter nyari referensi..

            Balik lagi nih ye,, ke masalah modus dan kode.  Kalau modus secara definitif yang dimaknai anak muda jaman sekarang memang tidak terlalu menyimpang dari makna modus dalam kamus. Kalo kode itu dihubungkan ke ilmu bahasa bisa masuk ke dalam tindak tutur perlokusi maupun ilokusi.  Oh ya.. dalam ilmu bahasa juga ada pengertian kode lho. Ada alih kode dan campur kode. Kalau alih kode dan campur kode itu penggunaan dua bahasa dalam kalimat .Missal alih kode itu kalau kita ngomong basa Indo terus pindah ke Jawa. Kalo campur kode itu misalnya ngomong basa Indo dicampur Jawa dalam satu kalimat. Ini definisi singkat menurut Aye lho, Kalau lebih jelasnya nyari aja buku pragmatik atau sosiolingustik di perpustakaan atau took buku terdekat,, hahaha :D

           Ngemeng-ngemeng Aye rasa orang yang modusi cewek terlebih lagi anak bahasa = BUNUH DIRI. Kenapa??  Menurut pendapat Aye pribadi nih, anak bahasa itu kan ngerti banget dan  mereka sudah khatam berbagai ilmu linguistik. Nah,, kalo mereka di kode atau dimodusi. Tentunya udah tau bangetlah maksudnya. Sekarang coba dipikir deh, emang modusi cewek tu perbuatan yang keren gitu. Bagi Aye adalah perbuatan bodoh. Ya,, kenapa harus menjatuhkan harga diri dengan begituanlah.  Banyak sih pengalaman dimodusi orang. Aku sih Cuma hahahain aja.

            Pengalaman Aye nih dimodusin orang. Misalnya ada orang yang sms gini
“ Kayaknya Aku lihat kamu di depan hotel Ambarrukmo”.  Orang yang  mengatakan tersebut bukan orang Jogja. Ketika tuturan itu disampaikan secara tidak langsung bermakna “ Aku lagi di Jogja lho sekarang.” Yah  meskipun Aye ngerti maksud ntu Orang ngomong gitu, basa basi aja bilang ‘enggak tuh, oh lagi di Jogja ya’. Terus dibalas lagi’ Iya,, ini lagi di Bandara’.  Dalam hati gueh, aku g tanya tuh.. terus kalau di Bandara kenapa, aku harus nyusul ke sana gitu bawain bunga kaya di pilem-pilem. Hahahaha. Seru banget lah pokoknya nyeritain banyak kejadian orang-orang yang modusi dan ngode Aye. Kalau pas ngumpul sama ponakan atau Mbaku jadi bahan ngocok perut. Ciyuuzz  nyeritain ‘kedudulan’ orang yang mengeluarkan jurus modus membuat kami hahahihi. Baik Mbaku maupun ponakan yang ga jurusan bahasa aja paham apalagi Aye. Tapi seringnya tak cuekin aja sih orang mau modus atau ngode. Kadang malah Ponakan yang bilang ; ih mbak, di kode itu berarti’. Aye sih orangnya cuek aje lah, meskipun jujur kadang capek dimodusi. Bilang pinjem bukulah, minta tolong dibeliin tiketlah, dan lain sebagainya. Modus lo dah basi cuyy.. :p


Orang Keren itu gak kebanyakan modus. Orang Keren dan Kece badaaaii itu yang Serius. Datang ke rumah gitu gak Cuma modus-modus Preketek.  Bagi kalian cewek2 harus lebih cerdas, harus peka kalau dimodusi orang yang bukan mahram. Oya.. hal ini juga berlaku sebaliknya. Cewek keren itu jangan modusin cowok juga. Gunakan cara yang lebih santun dan terhormat ketika kecenderungan hati itu muncul. Semoga kita  senantiasa dibimbing untuk melakukan hal sesuai tuntunan Islam jika rasa itu muncul,. ^^