Sabtu, 21 Juni 2014

Cinta Yang Sempurna



Bingung sebenarnya mencari kata yang pas untuk sesuatu yang akan kubahas ini.  Kita akan berbicara tentang cinta,, yang konon menjadi pembahasan paling ngehits sepanjang jaman. Kali ini Saya tidak akan membahas tentang cinta dua anak manusia, ataupun roman picisan sebagaimana diceritakan dalam berbagai novel. Ini tentang cinta yang tulus..cinta orang tua kepada anaknya..

Kalau diibaratkan ratusan  bahkan milyaran kata sekalipun tidak akan sanggup untuk melukiskan betapa besarnya cinta orang tua kepada anaknya. Cinta mereka sempurna dan teramat istimewa.
Apapun dilakukan orang tua untuk membuat anaknya bahagia, apapun dilakukan orang tua untuk melindungi anaknya. Bahkan sekalipun harus bertaruh nyawa mereka rela.

Orang tua  susah payah membesarkan, mendidik dan melindungi anaknya.  Terlebih lagi jika  anak yang dimiliki adalah seorang anak gadis. Penjagaan ekstra ketat dilakukan sang Ayah untuk melindungi si buah hati. Bahkan hal yang mungkin kedengarannya konyol mereka tidak rela anak  gadisnya digigit seekor nyamuk sekalipun. Terbukti semalam, Bapak dan Ibu meributkan soal mematikan lampu ruang tamu. Bapak menyuruh ibu menyalakan lampu ruang tamu karna khawatir jika ruang tamu gelap, nyamuk akan bermigrasi ke kamar anak gadisnya.
Memang konyol dan teramat sederhana, tapi itulah cinta. Mereka melakukan apapun untuk menjaga agar tidak lecet ataupun luka sedikitpun. Bahagia tak terhingga memiliki orang tua yang begitu perhatian.

Ketika seorang anak perempuan tumbuh menjadi  gadis remaja Ayah dan Ibu kerja ekstra untuk melakukan penjagaan. Bagaimana tidak, anak gadisnya bak bunga yang tengah bermekaran, nampak ranum dan mempesona siapa saja yang melihatnya. Orang tua tidak rela mereka layu sebelum berkembang, mereka tidak rela ia dipetik oleh sembarang orang. Maka hal pertama yang dilakukan seorang Bapak adalah berjaga setiap kali ada lelaki yang kelihatan mampir ke rumah. Memasang tampang paling garang, dan menujukkan ekspresi yang begitu cemburu. Sungguh, Saya baru menyadari bahwa itu bentuk cintanya yang begitu sempurna. Waktu itu kupikir  kenapa Bapak kolot sekali, bahkan memarahi seorang kakak kelas yang datang ke rumah. Meskipun dia datang sebenarnya modus sih, bahasnya soal pramuka gitu. Tapi Saya  sebenarnya tidak suka dia datang ke rumah, tapi juga gak enak buat ngusir. Setelah di usir Bapak, akhirnya dia ga pernah datang-datang lagi ke rumah. . Alhamdulillah..(maap malah seneng.. piss).

Banyak hal sepele yang dilakukan oleh seorang Bapak dan Ibu tapi menujukkan kesempurnaan cinta mereka kepada anaknya. Bapak Ibu yang rela  menunggu di depan pintu sampai anaknya datang. Bapak yang merapikan kamar dan menyiapkan tempat tidur untuk anak gadisnya setelah 2 bulan tidak pulang. Atau Ibu yang selalu menyediakan minum segelas teh hangat yang teramat manis, terlebih ditambah senyuman ibu. Ibu yang tidak mengijinkan anaknya keluar malam sendirian meskipun itu baru jam setengah tujuh malam. Ibu merelakan diri untuk menemani keluar sekedar beli makan, ataupun sekedar membeli pulsa.  Padahal anak gadisnya terbiasa keluar sendirian malam ketika ia dikosan.  Apalagi namanya kalau bukan cinta yang sempurna. Ibu takut nanti ada setan lewat. Maksudnya kalau ada lelaki yang mengganggumu nak, Nyes gitu rasanya mendengar dan melihat betapa mereka memberikan segenap hati untuk buah hati'.

Perlindungan Bapak tidak berhenti di sini saja. Saat ada anak-anak pondok yang sedang duduk di teras rumah karna sedang menunggu gantian main futsal. Bapak tidak mengijinkan Saya lewat pintu depan, melainkan lewat pintu samping agar tidak menjadi pusat perhatian. Kalian tau gak sih, anak pondok itu adalah ikhwan-ikhwan lho padahal. Aku sih khusnudzon mereka gak kan nglirik2. (Mungkin.. lho). Bapak rada gimana gitu emang dengan anak pondok dekat tempat tinggal kami. Bapak menyebutya ' kathok jigrang'. Ada banyak kelakuan mereka yang menurut Bapak kurang menujukkan akhlak terpuji. Jadinya Bapak mengenarilisir bahwa setiap lelaki kathok jigrang itu bla,,,blaa..blaa. Duh semoga nanti dapat ikhwan yang akhlaknya baik, penampilannya tidak membuat orang rumah takut. Aamiin,,, (kenceeeeng pake bangeet).

Segala hal dilakukan orang tua untuk menjaga dan melindungi anaknya. Mana mungkin mereka rela melihat anaknya  disakiti, hatinya terluka, bahkan ketika air matanya mulai tertumpah. Seorang Bapak hanya diam saja, mendiamkan anak gadisnya menangis di sudut kamarnya. Walau sebenarnya hatinya teriris-iris melihat anaknya menangis. Terlebih jika itu terjadi karna disakiti oleh orang lain. Kalau saja bisa  mereka sampaikan. Mungkin ini yang akan disampaikan...
Tolong.. jangan sakiti anak gadisku, anak gadis saudaraku, anak gadis tetanggaku, anak gadis siapapun yang ada di muka bumi ini.
Ah.. tentu kau tidak mampu memahami perasaanku, karna kau belum menjadi orang tua..

Cinta orang tua adalah cinta yang sempurna. Kita sebagai anak, tak kan mungkin bisa membalas jasa kedua orang tua. Ibaratnya hanya sekuku hitam saja, sekalipun anak bisa membalas orang tua.
Bapakku mengatakan ini kepada simbah saat sakaratul maut. "Aku njaluk ngapura mbok, apa sing tak lakoke kanggo njenengan mung sekuku ireng".
Orang tua tidak meminta aneh-aneh. Balasan yang paling membuat bahagia orang tua adalah menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua dan menjadi anak yang sholeh/ sholehah.
Semoga Allah senantiasa memberikan sebaik-baik penjagaan untuk kedua orang tua kita..





Kamis, 19 Juni 2014

Tentang Rasa dan Hujan Bulan Juni

Ketika memasuki  bulan Juni, semua akun di berbagai sosial media ramai sekali membahas tentang 'Hujan Bulan Juni', termasuk Saya. Terlalu mainstream memang. Tapi Saya kagum dengan puisi Pak Sapardi ini. Sueer..meskipun dibuat puluhan tahun lalu, tetap saja relevan untuk saat ini. Menurut Saya puisi itu cukup dapat mewakili jutaan hati manusia yang merasakan hal yang sama.
Coba kita simak puisi Pak Sapardi berikut ini..
Kehebatan puisi di atas mengajarkan tentang ketabahan, kebijaksanaan, dan kearifan hujan bulan Juni. Tetaplah menjadi demikian hujan  bulan Juni. Sekalipun rintikmu telah diturunkan di suatu belahan bumi, tetaplah demikian. Meskipun tetes airmu belum mampu membahasahi semua belahan dunia, tetaplah demikian.

Saat puisi Hujan Bulan Juni  ditulis, musim penghujan dan kemarau berjalan secara stabil. Sedangkan sekarang teori yang Saya dapatkan di sekolah tidak lagi relevan digunakan karena cuaca tak menentu. Kalau dulu patokannya jelas. Bulan April- Oktober adalah musim kemarau, sedangkan Oktober sampai april adalah musim penghujan. Kalau sekarang musim sudah berganti, sudah tak lagi sama dengan teori.

Hujan di bulan Juni untuk saat ini bukanlah sesuatu yang mustahil. Iya,, bukanlah sesuatu yang mustahil. Kemarin saja hujan turun dengan derasnya. Berderai,, menyampaikan jutaan rindu pada bumi pertiwi.

Bulan Juni ini Saya pun merasakan jutaan rasa yang teramat sulit untuk diterjemahkan lewat kata, apapun itu setiap rasa yang hadir harus dinikmati dan disyukuri. Semoga semakin pandai  mengolah rasa dan mengeja setiap cinta-Nya.
Selamat mengolah rasa sobat, semoga mampu menjadi hidangan yang lezat dan  berkhasiat :D



Selasa, 17 Juni 2014

AYAH IJINKAN AKU BERBEDA


Ayah Ijinkan aku berbeda..
Teman-temanku memakai  jilbab kecil, sedang aku memakai  jilbab yang lebih panjang dari mereka..
Ayah Ijinkan aku berbeda..
Jika aku tidak mau lagi berjabat tangan dengan laki-laki yang bukan muhrim,,
Ayah Ijinkan aku berbeda
Teman-temanku senang sekali hip-hip hura kesana kemari  tapi aku memilih untuk duduk melingkar ngaji.
Ayah ijinkan aku berbeda..
Teman-teman mungkin memilih jalan pacaran kemudian menikah tapi aku ingin  pacaran setelah menikah
Ayah ijinkan aku berbeda
Kalau ternyata aku memberikan engkau menantu lelaki   berjenggot dan celana ngatung,
Tenang Ayah,, aku tidak akan memilih teroris seperti yang engkau khawatirkan.
Ayah ijinkan aku berbeda
Ketika teman-temanku meminta mahar mobil, rumah mewah atau uang puluhan juta rupiah aku hanya meminta  seperangkat alat shalat atau hafalan surat dari calon suamiku nanti,,
Ayah ijinkan aku berbeda.
Berbeda dari anakmu yang lainnya, Aku Begitu mencintai dakwah .
Ayah ijinkan Aku berbeda.
Orang lain berdakwah lewat tausiyah  sedangkan aku  lewat seni  dan budaya.
Ayah inilah anakmu dengan segala kekurangannya, Aku tahu engkau  menerima kekuranganku dengan sempurna.
Ayah aku memang  berbeda,   aku sadar hanyalah seorang wanita akhir jaman yang sedang mengais pahala dari Allah, Seorang muslimah yang mengharapkan surga Allah.
Ayah aku ingin menjadi sebaik-baiknya perhiasan dunia, menjadi  putri yang sholihah.
Ayah, aku tahu belum menjadi puteri yang baik, aku sedang belajar  dan berusaha menjadi yang terbaik  semoga kelak kita  dapat berkumpul di Syurga,
Ayah,, terimakasih atas semua cinta dan doa yang tak pernah putus..

Aku sayang Ayah karena Allah ^_^




Jumat, 13 Juni 2014

MODUS LO UDAH BASI !!!!



Kali ini Aye  pengen  bahas tentang modus dan kode.  Setau kalian, modus dan kode itu apa?? Kalau dalam ilmu matematika modus itu adalah nilai yang sering muncul. Itu lho.. kalau kita lagi ngitung mean, median dan ada modus. Nah untuk lebih jelasnya  kite intip nyok, di KBBI makna modus itu apaan sih.    
mo·dus n 1 cara; 2 Ling bentuk verba yg mengungkapkan suasana kejiwaan sehubungan dng perbuatan menurut tafsiran pembicara tt apa yg diucapkannya; 3 nilai yg paling besar frekuensinya dl suatu deretan nilai; 4 angka statistik yg paling sering muncul dl populasi atau sampel;
-- desideratif modus yg menyatakan keinginan;
-- imperatif modus yg menyatakan perintah atau larangan;
-- indikatif modus yg menyatakan sikap objektif atau netral;
-- interogatif modus yg menyatakan pertanyaan;
-- operandi modus operasi;
-- operasi cara atau teknik yg berciri khusus dr seorang penjahat dl melakukan perbuatan jahatnya;
-- optatif modus yg menyatakan harapan

Sekarang kita coba memaknai kata kode. Kode menurut KBBI adalah sebagai berikut:

ko·de n 1 tanda (kata-kata, tulisan) yg disepakati untuk maksud tertentu (untuk menjamin kerahasiaan berita, pemerintah, dsb); 2 kumpulan peraturan yg bersistem; 3 kumpulan prinsip yg bersistem;
-- etik norma dan asas yg diterima oleh kelompok tertentu sbg landasan tingkah laku;
-- etik jurnalistik Publ aturan tata susila kewartawanan; norma tertulis yg mengatur sikap, tingkah laku, dan tata krama penerbitan;
-- etik kedokteran norma dan asas yg berlaku bagi para dokter sbg landasan dl menjalankan profesinya;
-- etik sosial sistem norma yg membedakan tingkah laku yg baik dan yg buruk dl pergaulan antarmanusia;
-- morse kode atau benda berupa titik dan garis sbg pengganti huruf, angka, dan tanda baca yg digunakan pd pengiriman dan penerimaan berita telekomunikasime·ngo·de·kan v 1 mengalihkan ke dl kode; 2 memasukkan ke dl urutan atau daftar kode


Hmm… tapi modus dan kode yang popular saat ini bukan itu lho.  Entah Siapa yang pertama kali mempopulerkan istilah modus ini.  Saya nyuplik dari kitab gaul katanye,, makna kode dan modus adalah sebagai berikut
Modus
Modus bisa diartikan memiliki niat lain dibalik pekerjaan lain yang dilakukan.
Contoh : A : "Eh, ngerjain tugas bareng yuk?" | B : "Ah, modus mulu lo bilang aja mau deket-deket sama gw."

Kode
Kata kode biasanya digunakan ketika seseorang tidak mau menyampaikan maksud ucapannya secara langsung.
Contoh : "Ada 2 tiket konser, satu lagi buat siapa ya? #kode" (ngajakin nonton konser berdua)

Jaman sekarang udah semakin macem-macem dah istilahnya anak ghaol gitu, tapi menurut Saya istilah kode dan modus itu ada kok dalam ilmu bahasa. Biar rada keren gitu lhooh,, kita mikir berdasarkan dasar keilmiahan. Kalau menurut ilmu bahasa dikenal beberapa tindak tutur. Saya nyuplik beberapa tindak tutur ini di  suatu blog, maklum buku2 aye dipinjam adek kelas belum dibalikin.. Yuk disimak,,
1.    Tindak Lokusi
Tidak tutur lokusi adalah tindak tutur yang dimaksudkan untuk menyatakan sesuatu; tindak mengucapkan sesuatu dengan kata dan makna kalimat sesuai dengan makna kata itu di dalam kamus dan makna kalimat itu menurut kaidah sintaksisnya. Rahardi (2003: 71) mendefinisikan bahwa lokusi adalah tindak bertutur dengan kata, frasa, dan kalimat sesuai dengan makna yang dikandung oleh kata, frasa, dan kalimat itu.
Contoh tindak tutur lokusi adalah ketika seseorang berkata “Ratna sedang memasak’ Kalimat ini menunjukan sebuah informasi tanpa ada tendesi apapun.
2.    Tindak Ilokusi
Ilokusi adalah tindak melakukan sesuatu Ilokusi merupakan tindak tutur yang mengandung maksud dan fungsi atau daya tuturan. Pertanyaan yang diajukan berkenaan dengan tindak ilokusi adalah “untuk apa ujaran itu dilakukan” dan sudah bukan lagi dalam tataran “apa makna tuturan itu?”.
Contoh tindak tutur ilokusi adalah “udara panas”. Tuturan ini mengandung maksud bahwa si penutur meminta agar pintu atau jendela segera dibuka, atau meminta kepada mitra tutur untuk menghidupkan kipas angin. Jadi jelas bahwa tuturan itu mengandung maksud tertentu yang ditujukan kepada mitra tutur.
3.    Tindak Tutur Perlokusi
Tuturan yang diucapkan penutur sering memiliki efek atau daya pengaruh (perlocutionary force). Efek yang dihasilkan dengan mengujarkan sesuatu itulah yang oleh Austin (1962: 101) dinamakan perlokusi. Efek atau daya tuturan itu dapat ditimbulkan oleh penutur secara segaja, dapat pula secara tidak sengaja. Tindak tutur yang pengujaran dimaksudkan untuk memengaruhi mitra tutur inilah merupakan tindak perlokusi.
Sebagai contoh  Nyari referensinya susah banget, harus muter ke sana kemari.
Tuturan di atas bermaksud agar lawan tutur mau ikut membantu mencari referensi. Tapi syaratnya orang yang diajak bicara atau lawan tutur itu ‘peka’. Karna pengalaman Aye nih, pernah ngomong kaya gini tapi lawan tutur malah ngomong begini ‘waktu aku dulu juga susah nyari referensinya’. (Gubraaak… Ampuun daaaah). Tu temen Aye yang diajak bicara aja anak bahasa kagak paham. Maksud Aye kan, minta dianter gitu muter nyari referensi..

            Balik lagi nih ye,, ke masalah modus dan kode.  Kalau modus secara definitif yang dimaknai anak muda jaman sekarang memang tidak terlalu menyimpang dari makna modus dalam kamus. Kalo kode itu dihubungkan ke ilmu bahasa bisa masuk ke dalam tindak tutur perlokusi maupun ilokusi.  Oh ya.. dalam ilmu bahasa juga ada pengertian kode lho. Ada alih kode dan campur kode. Kalau alih kode dan campur kode itu penggunaan dua bahasa dalam kalimat .Missal alih kode itu kalau kita ngomong basa Indo terus pindah ke Jawa. Kalo campur kode itu misalnya ngomong basa Indo dicampur Jawa dalam satu kalimat. Ini definisi singkat menurut Aye lho, Kalau lebih jelasnya nyari aja buku pragmatik atau sosiolingustik di perpustakaan atau took buku terdekat,, hahaha :D

           Ngemeng-ngemeng Aye rasa orang yang modusi cewek terlebih lagi anak bahasa = BUNUH DIRI. Kenapa??  Menurut pendapat Aye pribadi nih, anak bahasa itu kan ngerti banget dan  mereka sudah khatam berbagai ilmu linguistik. Nah,, kalo mereka di kode atau dimodusi. Tentunya udah tau bangetlah maksudnya. Sekarang coba dipikir deh, emang modusi cewek tu perbuatan yang keren gitu. Bagi Aye adalah perbuatan bodoh. Ya,, kenapa harus menjatuhkan harga diri dengan begituanlah.  Banyak sih pengalaman dimodusi orang. Aku sih Cuma hahahain aja.

            Pengalaman Aye nih dimodusin orang. Misalnya ada orang yang sms gini
“ Kayaknya Aku lihat kamu di depan hotel Ambarrukmo”.  Orang yang  mengatakan tersebut bukan orang Jogja. Ketika tuturan itu disampaikan secara tidak langsung bermakna “ Aku lagi di Jogja lho sekarang.” Yah  meskipun Aye ngerti maksud ntu Orang ngomong gitu, basa basi aja bilang ‘enggak tuh, oh lagi di Jogja ya’. Terus dibalas lagi’ Iya,, ini lagi di Bandara’.  Dalam hati gueh, aku g tanya tuh.. terus kalau di Bandara kenapa, aku harus nyusul ke sana gitu bawain bunga kaya di pilem-pilem. Hahahaha. Seru banget lah pokoknya nyeritain banyak kejadian orang-orang yang modusi dan ngode Aye. Kalau pas ngumpul sama ponakan atau Mbaku jadi bahan ngocok perut. Ciyuuzz  nyeritain ‘kedudulan’ orang yang mengeluarkan jurus modus membuat kami hahahihi. Baik Mbaku maupun ponakan yang ga jurusan bahasa aja paham apalagi Aye. Tapi seringnya tak cuekin aja sih orang mau modus atau ngode. Kadang malah Ponakan yang bilang ; ih mbak, di kode itu berarti’. Aye sih orangnya cuek aje lah, meskipun jujur kadang capek dimodusi. Bilang pinjem bukulah, minta tolong dibeliin tiketlah, dan lain sebagainya. Modus lo dah basi cuyy.. :p


Orang Keren itu gak kebanyakan modus. Orang Keren dan Kece badaaaii itu yang Serius. Datang ke rumah gitu gak Cuma modus-modus Preketek.  Bagi kalian cewek2 harus lebih cerdas, harus peka kalau dimodusi orang yang bukan mahram. Oya.. hal ini juga berlaku sebaliknya. Cewek keren itu jangan modusin cowok juga. Gunakan cara yang lebih santun dan terhormat ketika kecenderungan hati itu muncul. Semoga kita  senantiasa dibimbing untuk melakukan hal sesuai tuntunan Islam jika rasa itu muncul,. ^^
           

Selasa, 08 April 2014

Sejuta Rasa Sejuta Cerita bersama Sepeda

Olahraga apa yang paling kamu sukai? Kalau Saya sangat suka Ngonthѐl   atau bersepeda. Sebenarnya bukan hanya untuk olahraga sih, tapi sepeda adalah alat transportasi yang saya miliki. Hmm..ngomong-ngomong soal sepeda, dulu waktu menjadi mahasiswa baru  Saya diberikan sepeda oleh kakak saya. Waktu itu sepedanya wimcycle.  Bagus dan lumayan lah harganya.  Sempat saya pakai tiga semester namun suatu ketika sepeda itu dicuri orang. Saya lupa tidak membawa kuncinya. Padahal sepeda itu saya parkirkan di belakang kelas. Tapi memang di sana sedang ramai orang juga, mungkin tidak aka nada yang perduli ketika sepeda tersebut ada yang mengambil. Saya juga tidak tahu kapan sepeda itu dicuri. Karena saya baru sadar saat sudah sore, setelah  Saya  rapat Panitia OSPEK. Setelah muter-muter dan Tanya pak satpam, memang tidak ada yang tahu. Saya nangis waktu itu,,takut dan campur aduk deh rasanya. Hiks2..hiks  T_T
            Walau sempat dimarahi oleh keluarga karena ketidakhati-hatian Saya. Saya tetap harus move on. Menjalani hidup tanpa sepeda untuk beberapa waktu. Jadi waktu itu Saya berangkat dan pulang kuliah jalan kaki. Naah,, saat itu ada sepeda nganggur di kos. Sepeda milik mbak Gian. Saya diijinkan memakai sepeda onthelnya untuk pergi kemana-mana. Walau tidak sebagus sepeda Saya yang hilang, Alhamdulillah bisa digunakan untuk melanglang buana.
            Suatu pagi,,saya memakirkan sepeda milik mbak Gian di IEC masjid Mujahidin UNY. Sepeda yang Saya pakai memang tidak ada kuncinya, jadi Saya parkir begitu saja di samping sepeda yang lain. Waktu Saya akan memasuki parkiran IEC Saya melihat ada seorang bapak berkemeja dan menggunakan sepatu sedang melihat-lihat di depan PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa). Saya hanya melihatnya sambil lalu saja, karena Saya harus segera ke Gedung Cine Club untuk mengikuti Musyawarah Akhir Tahun Al-Huda.  Hari itu saya mengikuti dengan lancar dan tidak merasakan sesuatu yang aneh. Sampai pada waktu kami para pengurus Harian dan Pengurus Inti akan didemisionerkan, tiba-tiba ada takmir dari Mujahidin yang memberikan pengumuman kepada MC. Isi pengumuman tersebut adalah bagi pemilik sepeda warna pink mohon ikut Akh Mubariz ke takmir. Nah lo,,itu kan sepeda yang saya bawa. Batinku dalam hati. Akh Mubariz langsung mengajak saya keluar ruangan. Padahal itu hampir demisioner lhoh. Yahh,, akhirnya saya nurut saja. Waktu Saya Tanya ke beliau? “Sebenarnya ada apa,Sepeda Saya hilang??” Beliau  cuma menjawab “Udah ikut aja ke kantor polisi” . Dalam sanubari bertanya-tanya hahh,,,kantor polisi terus aku harus gimana ini? Kemudian saya bertanya lagi: “Saya naik apa ke sana?” Beliau langsung meminta mbak-mbak yang sedang menunggu seseorang. “Mbak,,minta tolong antarkan mbak ini ke kantor polisi bulak sumur”. Mbak tersebut juga nurut aja. Tak kirain udah kenal, ehh ternyata belum kenal lho.. Akhirnya sampai juga saya ke Polsek Bulak Sumur.
Sesampainya di Polsek bulak sumur.
 Baru lima langkah masuk ke Polsek. Saya melihat Akh Sigit memukul seorang lelaki dengan tasnya. Syok banget saya waktu itu., Saya bingung,, ada apa ini.. Dan lelaki yang dipukul Akh Sigit adalah Bapak yang saya lihat tadi pagi di depan PKM. Setelah duduk sejenak kemudian Saya dijelaskan bahwa sepeda pink tersebut akan dicuri oleh Bapak Tua itu. Namun belum sempat dibawa kabur, sudah ketahuan takmir. Hari itu,,takmir memang sengaja mengintai dari ruangannya. Mengingat,,banyaknya jamaah yang sering kehilangan sepeda. Terlebih di hari minggu. Setelah itu saya diinterogasi Pak Polisi, ditanya mau diproses atau tidak. Saya bingung sekali sebenarnya. Akhirnya Saya memutuskan untuk diproses agar memberikan efek jera kepada pencuri tersebut. Setelah diinterogasi lama saya baru mengetahui, ternyata bapak tersebut sering keluar masuk penjara karena kasus yang sama. Huhhh,,,menghela nafas panjang. Kemana ya keluarganya kok sampai ga dicari, kenapa bapak tersebut memilih mencuri. Oya,,karena saya memilih untuk diproses. Maka sepeda tersebut juga ditahan sampai proses sidang berlangsung.
Tibalah saat yang ditentukan Sidang Pencurian Sepeda,,
Saya memasuki ruangan persidangan. Mirip kayak di TV gitu. Saya di sumpah Al-Quran. Waktu itu ada Laras dan Akh Sigit juga sebagai saksi. Sungguh pengalaman pertama yang menakutkan dan menegangkan. Saya sidang di Pengadilan,,ditanya oleh hakim dan Jaksa. Proses sidang pun selesai juga. Jaksa juga menyampaikan kalau mau mengambil sepedanya silahkan melengkapi beberapa persyaratan. Sepeda tersebut tidak diambil karena kita juga bingung. Gedung Pengadilan dengan kos Saya sangat jauh. Tidak mungkin jika sepeda tersebut di naiki. Akhirnya saya mengganti sepeda itu ke Mbak Gian sebesar Rp.200.000 karena sepeda tersebut sudah uzur sebenarnya.hehe
Setelah sidang menyidang soal sepeda selesai. Saya pun memutuskan untuk membeli sepeda lagi dengan uang beasiswa yang Saya dapatkan. Saya pergi naik bis kemudian naik becak untuk membeli sepeda di daerah sekitar Jogjatronik. Setelah keluar masuk ke beberapa toko, Saya pun menentukan pilihan ke salah satu toko. Saya memilih-milih sepeda. Ditawari sepeda lipat, sepeda gunung, dan lain-lain. Tapi pilihan Saya jatuh pada sebuah sepeda berwarna hijau. Baik Sedel maupun boncengannya juga hijau. Sepedanya bergambar not-not. Walau harganya lebih mahal dibandingkan sepeda dengan merk yang sama dan ada stelan rantainya. Bismillah saya mantap memilih sepeda itu. Setelah distel dan dipasang ini itu. Saya pun membawanya pulang. Saya Ngonthѐl  dari depan Jogjatronik sampai ke kos. Oya sepeda saya kuberi nama ICHA. Bukan Ihh,,Cape deh lhoo tapi Ihh Cantiknya Hingga Aku terpesona. Sepeda baru memberikan energy baru.
Icha ku sayaaang
ICHA selalu saya bawa kemana-mana, baik itu syuro, belanja, jalan-jalan dan lain-lain. Saya sering ke basecame ANN Ngonthѐl.  Ke Taman Budaya Naik  Onthel  juga pernah saya jalani. Menjalankan tugas menjadi manager Drimhos dengan Onthel pula. Saya naik onthel pulang pergi ke taman siswa. Awalanya kenapa Saya memberi nama Icha, karena banyak orang yang terpesona, dan bertanya beli dimana, harganya berapa. Warnanya cantik,,Bahkan saat parkir di Balai Bahasa ada beberapa bapak-bapak yang sedang ada di parkiran, akan membelikan istrinya sepeda juga biar bisa belanja ke pasar naik sepeda katanya..heheh J
Bulan Oktober 2013 tepatnya tanggal 9 Saya mengalami sebuah musibah bersama Icha. Sejak membuka gerbang dan mengunci pintu drimhos saya merasakan deg-degan tapi itu tidak saya hiraukan. Akhirnya saya tetap melaju bersama Icha. Waktu itu kakak saya yang dari Kalimantan pulang ke rumah, Akhirnya Saya berhenti di pinggir jalan dan sms Kakak saya menanyakan dimanakah posisinya berada. Kemudian Saya teringat belum membelikan buku untuk istrinya. Harusnya saya belok kiri ke stasiun tetapi malah lurus terus menuju toko buku. Baru sampai perempatan sebelum galleria mall saya dipepet orang, kemudian tas saya diambil. Saya sangat shock  jadi saya tidak berteriak jambret melainkan maling. Dan saat itu Saya tidak mengantongi apapun kecuali uang 10.000 yang sobek. Saya akui kondisi saya memang sedang turun, terlebih lagi saya waktu itu sedang haid. Lampu merah yang biasanya ramai orang kebetulan waktu itu sepi sekali, di pos polisi juga sama sekali tidak ada polisi. Saya mencoba mengejar tapi sendi-sendi kaki terasa lemas lunglai tak bertenaga. Dan saya pun limbung di depan Rumah Sakit Bethesda. Saya bilang ke tukang becak, kalau saya baru saja dijambret. Dan ia pun mengatakan lapor polisi saja mbak. Saya pun menuruti kata-kata tukang becak tersebut. Dengan sisa-sisa tenaga yang saya miliki, saya kembali mengayuh Icha. Tapi ternyata lagi-lagi pos polisi itu kosong tak bertuan, dan Saya pun memutuskan untuk pulang ke kos saja. Selama perjalanan Saya masih bingung, antara mau menangis, shock, dan sebagainya. Saya pun pulang ke kos dan menggemparkan seluruh isi kos. Saya telpon mbak Erna dan mengabari kalau saya baru saja dijambret. Menangis sejadi-jadinya deh,,Endingnya malam itu Saya dijemput pulang. Hikmahnya begitu banyak,, mungkin saya akan ceritakan di lain kesempatan.
Balik lagi nih soal ngonthel, setalah musibah tersebut Alhamdulillah tidak membuat Saya trauma untuk bersepeda lagi. Saya merasakan ada sebuah energy dan kebahagiaan yang tiada tara ketika Saya menaiki Icha. Terkadang menemukan keajaiban di jalan. Saya selalu merasa ada malaikat yang ikut mendorong sepeda saya, ketika Saya pulang malam dari basecame ANN, ke Drimhos ataupun dari berbagai medan juang yang Saya datangi. Mungkin kedengarannya lebay, tapi pokoknya kaya gitu lah. Saya tidak punya kata yang tepat untuk megungkapkannya..
Saya juga sering pergi ngonthel dengan tujuan olahraga atau pun jalan-jalan bersama teman kos. Rasanya happy dan full energy deh pokoke. Ya iyalah,,karena setelah kita ngonthel pagi-pagi langsung beli sarapan gitu. Hihihi.. Be tewe ada satu cerita  soal Gowes menggowes. Mbak ku yang pertama dikenalkan dengan langgganan warungnya ibuk. Finally hasil perkenalan itu mereka memutuskan untuk menikah,, Mbaku menikah dengan mas Bagus. Mas Bagus itu adalah seorang bikers. Sampai sekarang juga masih gowes, walau hanya di hari libur sih. Tapi gowesnya tidak sejauh dulu, sampai Simo, Tawangmangu, dan tempat-tempat yang lain. Coba ya ibu masih buka warung, Mungkin Saya juga dijodohkan dengan langganannya. Bikers juga ga pa-pa kok, asal sholeh, ganteng, .. (Lhoooh..malaaah berkhayal, sadaaar euuy..)
Mas Bagus gowes di Waduk Cengklik


Saya akan tetap gowes bin Ngonthel bin nyepeda. Kalau nanti Saya sudah punya motor sendiri atau pun mobil..(Aamiin…*kenceng) InsyaAlllah kegiatan bersepeda akan tetap Saya lakukan. Semoga punya rejeki untuk membeli sepeda yang bagus yang memang buat gowes. Karena bersepeda itu berjuta rasanya. Ku bahagia dan mensyukuri setiap episode yang  kurasakan. Setiap kali bersepeda yang kulakukan adalah merenung, berfikir, bermimpi, menemukan ide-ide yang teramat gila. Terkadang kalau air mata tak mampu lagi kutahan, aku meneteskannya, kadang berteriak sekencang-kencangnya di atas sepeda. Tapi tetep, muka ditutup dengan slayer. Sekalipun hanya kedua bola mata ini yang nampak, orang lain tetap bisa melihatku saat senyum itu mengembang. Ya..karna mata adalah jendela hati.  Setiap masa dan kesempatan yang kulewati adalah hikmah. Ada cinta Allah yang teramat istimewa di segala peristiwa. Semoga menjadi sebaik-baik hamba yang senantiasa bersyukur baik saat sempit maupun saat lapang..
Serunya bersepeda :)
Selamat ngnthel para bikers… Berbahagialah saat kau naiki  sepedamu, karena gak semua orang beruntung bisa membeli sepeda semahal kamu. Selain itu gak semua orang bisa merasakan sensasi bersepeda.. Jangan lupa tebar senyum, pasti tambah kecee deeh  ^_^