Selasa, 08 April 2014

Sejuta Rasa Sejuta Cerita bersama Sepeda

Olahraga apa yang paling kamu sukai? Kalau Saya sangat suka Ngonthѐl   atau bersepeda. Sebenarnya bukan hanya untuk olahraga sih, tapi sepeda adalah alat transportasi yang saya miliki. Hmm..ngomong-ngomong soal sepeda, dulu waktu menjadi mahasiswa baru  Saya diberikan sepeda oleh kakak saya. Waktu itu sepedanya wimcycle.  Bagus dan lumayan lah harganya.  Sempat saya pakai tiga semester namun suatu ketika sepeda itu dicuri orang. Saya lupa tidak membawa kuncinya. Padahal sepeda itu saya parkirkan di belakang kelas. Tapi memang di sana sedang ramai orang juga, mungkin tidak aka nada yang perduli ketika sepeda tersebut ada yang mengambil. Saya juga tidak tahu kapan sepeda itu dicuri. Karena saya baru sadar saat sudah sore, setelah  Saya  rapat Panitia OSPEK. Setelah muter-muter dan Tanya pak satpam, memang tidak ada yang tahu. Saya nangis waktu itu,,takut dan campur aduk deh rasanya. Hiks2..hiks  T_T
            Walau sempat dimarahi oleh keluarga karena ketidakhati-hatian Saya. Saya tetap harus move on. Menjalani hidup tanpa sepeda untuk beberapa waktu. Jadi waktu itu Saya berangkat dan pulang kuliah jalan kaki. Naah,, saat itu ada sepeda nganggur di kos. Sepeda milik mbak Gian. Saya diijinkan memakai sepeda onthelnya untuk pergi kemana-mana. Walau tidak sebagus sepeda Saya yang hilang, Alhamdulillah bisa digunakan untuk melanglang buana.
            Suatu pagi,,saya memakirkan sepeda milik mbak Gian di IEC masjid Mujahidin UNY. Sepeda yang Saya pakai memang tidak ada kuncinya, jadi Saya parkir begitu saja di samping sepeda yang lain. Waktu Saya akan memasuki parkiran IEC Saya melihat ada seorang bapak berkemeja dan menggunakan sepatu sedang melihat-lihat di depan PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa). Saya hanya melihatnya sambil lalu saja, karena Saya harus segera ke Gedung Cine Club untuk mengikuti Musyawarah Akhir Tahun Al-Huda.  Hari itu saya mengikuti dengan lancar dan tidak merasakan sesuatu yang aneh. Sampai pada waktu kami para pengurus Harian dan Pengurus Inti akan didemisionerkan, tiba-tiba ada takmir dari Mujahidin yang memberikan pengumuman kepada MC. Isi pengumuman tersebut adalah bagi pemilik sepeda warna pink mohon ikut Akh Mubariz ke takmir. Nah lo,,itu kan sepeda yang saya bawa. Batinku dalam hati. Akh Mubariz langsung mengajak saya keluar ruangan. Padahal itu hampir demisioner lhoh. Yahh,, akhirnya saya nurut saja. Waktu Saya Tanya ke beliau? “Sebenarnya ada apa,Sepeda Saya hilang??” Beliau  cuma menjawab “Udah ikut aja ke kantor polisi” . Dalam sanubari bertanya-tanya hahh,,,kantor polisi terus aku harus gimana ini? Kemudian saya bertanya lagi: “Saya naik apa ke sana?” Beliau langsung meminta mbak-mbak yang sedang menunggu seseorang. “Mbak,,minta tolong antarkan mbak ini ke kantor polisi bulak sumur”. Mbak tersebut juga nurut aja. Tak kirain udah kenal, ehh ternyata belum kenal lho.. Akhirnya sampai juga saya ke Polsek Bulak Sumur.
Sesampainya di Polsek bulak sumur.
 Baru lima langkah masuk ke Polsek. Saya melihat Akh Sigit memukul seorang lelaki dengan tasnya. Syok banget saya waktu itu., Saya bingung,, ada apa ini.. Dan lelaki yang dipukul Akh Sigit adalah Bapak yang saya lihat tadi pagi di depan PKM. Setelah duduk sejenak kemudian Saya dijelaskan bahwa sepeda pink tersebut akan dicuri oleh Bapak Tua itu. Namun belum sempat dibawa kabur, sudah ketahuan takmir. Hari itu,,takmir memang sengaja mengintai dari ruangannya. Mengingat,,banyaknya jamaah yang sering kehilangan sepeda. Terlebih di hari minggu. Setelah itu saya diinterogasi Pak Polisi, ditanya mau diproses atau tidak. Saya bingung sekali sebenarnya. Akhirnya Saya memutuskan untuk diproses agar memberikan efek jera kepada pencuri tersebut. Setelah diinterogasi lama saya baru mengetahui, ternyata bapak tersebut sering keluar masuk penjara karena kasus yang sama. Huhhh,,,menghela nafas panjang. Kemana ya keluarganya kok sampai ga dicari, kenapa bapak tersebut memilih mencuri. Oya,,karena saya memilih untuk diproses. Maka sepeda tersebut juga ditahan sampai proses sidang berlangsung.
Tibalah saat yang ditentukan Sidang Pencurian Sepeda,,
Saya memasuki ruangan persidangan. Mirip kayak di TV gitu. Saya di sumpah Al-Quran. Waktu itu ada Laras dan Akh Sigit juga sebagai saksi. Sungguh pengalaman pertama yang menakutkan dan menegangkan. Saya sidang di Pengadilan,,ditanya oleh hakim dan Jaksa. Proses sidang pun selesai juga. Jaksa juga menyampaikan kalau mau mengambil sepedanya silahkan melengkapi beberapa persyaratan. Sepeda tersebut tidak diambil karena kita juga bingung. Gedung Pengadilan dengan kos Saya sangat jauh. Tidak mungkin jika sepeda tersebut di naiki. Akhirnya saya mengganti sepeda itu ke Mbak Gian sebesar Rp.200.000 karena sepeda tersebut sudah uzur sebenarnya.hehe
Setelah sidang menyidang soal sepeda selesai. Saya pun memutuskan untuk membeli sepeda lagi dengan uang beasiswa yang Saya dapatkan. Saya pergi naik bis kemudian naik becak untuk membeli sepeda di daerah sekitar Jogjatronik. Setelah keluar masuk ke beberapa toko, Saya pun menentukan pilihan ke salah satu toko. Saya memilih-milih sepeda. Ditawari sepeda lipat, sepeda gunung, dan lain-lain. Tapi pilihan Saya jatuh pada sebuah sepeda berwarna hijau. Baik Sedel maupun boncengannya juga hijau. Sepedanya bergambar not-not. Walau harganya lebih mahal dibandingkan sepeda dengan merk yang sama dan ada stelan rantainya. Bismillah saya mantap memilih sepeda itu. Setelah distel dan dipasang ini itu. Saya pun membawanya pulang. Saya Ngonthѐl  dari depan Jogjatronik sampai ke kos. Oya sepeda saya kuberi nama ICHA. Bukan Ihh,,Cape deh lhoo tapi Ihh Cantiknya Hingga Aku terpesona. Sepeda baru memberikan energy baru.
Icha ku sayaaang
ICHA selalu saya bawa kemana-mana, baik itu syuro, belanja, jalan-jalan dan lain-lain. Saya sering ke basecame ANN Ngonthѐl.  Ke Taman Budaya Naik  Onthel  juga pernah saya jalani. Menjalankan tugas menjadi manager Drimhos dengan Onthel pula. Saya naik onthel pulang pergi ke taman siswa. Awalanya kenapa Saya memberi nama Icha, karena banyak orang yang terpesona, dan bertanya beli dimana, harganya berapa. Warnanya cantik,,Bahkan saat parkir di Balai Bahasa ada beberapa bapak-bapak yang sedang ada di parkiran, akan membelikan istrinya sepeda juga biar bisa belanja ke pasar naik sepeda katanya..heheh J
Bulan Oktober 2013 tepatnya tanggal 9 Saya mengalami sebuah musibah bersama Icha. Sejak membuka gerbang dan mengunci pintu drimhos saya merasakan deg-degan tapi itu tidak saya hiraukan. Akhirnya saya tetap melaju bersama Icha. Waktu itu kakak saya yang dari Kalimantan pulang ke rumah, Akhirnya Saya berhenti di pinggir jalan dan sms Kakak saya menanyakan dimanakah posisinya berada. Kemudian Saya teringat belum membelikan buku untuk istrinya. Harusnya saya belok kiri ke stasiun tetapi malah lurus terus menuju toko buku. Baru sampai perempatan sebelum galleria mall saya dipepet orang, kemudian tas saya diambil. Saya sangat shock  jadi saya tidak berteriak jambret melainkan maling. Dan saat itu Saya tidak mengantongi apapun kecuali uang 10.000 yang sobek. Saya akui kondisi saya memang sedang turun, terlebih lagi saya waktu itu sedang haid. Lampu merah yang biasanya ramai orang kebetulan waktu itu sepi sekali, di pos polisi juga sama sekali tidak ada polisi. Saya mencoba mengejar tapi sendi-sendi kaki terasa lemas lunglai tak bertenaga. Dan saya pun limbung di depan Rumah Sakit Bethesda. Saya bilang ke tukang becak, kalau saya baru saja dijambret. Dan ia pun mengatakan lapor polisi saja mbak. Saya pun menuruti kata-kata tukang becak tersebut. Dengan sisa-sisa tenaga yang saya miliki, saya kembali mengayuh Icha. Tapi ternyata lagi-lagi pos polisi itu kosong tak bertuan, dan Saya pun memutuskan untuk pulang ke kos saja. Selama perjalanan Saya masih bingung, antara mau menangis, shock, dan sebagainya. Saya pun pulang ke kos dan menggemparkan seluruh isi kos. Saya telpon mbak Erna dan mengabari kalau saya baru saja dijambret. Menangis sejadi-jadinya deh,,Endingnya malam itu Saya dijemput pulang. Hikmahnya begitu banyak,, mungkin saya akan ceritakan di lain kesempatan.
Balik lagi nih soal ngonthel, setalah musibah tersebut Alhamdulillah tidak membuat Saya trauma untuk bersepeda lagi. Saya merasakan ada sebuah energy dan kebahagiaan yang tiada tara ketika Saya menaiki Icha. Terkadang menemukan keajaiban di jalan. Saya selalu merasa ada malaikat yang ikut mendorong sepeda saya, ketika Saya pulang malam dari basecame ANN, ke Drimhos ataupun dari berbagai medan juang yang Saya datangi. Mungkin kedengarannya lebay, tapi pokoknya kaya gitu lah. Saya tidak punya kata yang tepat untuk megungkapkannya..
Saya juga sering pergi ngonthel dengan tujuan olahraga atau pun jalan-jalan bersama teman kos. Rasanya happy dan full energy deh pokoke. Ya iyalah,,karena setelah kita ngonthel pagi-pagi langsung beli sarapan gitu. Hihihi.. Be tewe ada satu cerita  soal Gowes menggowes. Mbak ku yang pertama dikenalkan dengan langgganan warungnya ibuk. Finally hasil perkenalan itu mereka memutuskan untuk menikah,, Mbaku menikah dengan mas Bagus. Mas Bagus itu adalah seorang bikers. Sampai sekarang juga masih gowes, walau hanya di hari libur sih. Tapi gowesnya tidak sejauh dulu, sampai Simo, Tawangmangu, dan tempat-tempat yang lain. Coba ya ibu masih buka warung, Mungkin Saya juga dijodohkan dengan langganannya. Bikers juga ga pa-pa kok, asal sholeh, ganteng, .. (Lhoooh..malaaah berkhayal, sadaaar euuy..)
Mas Bagus gowes di Waduk Cengklik


Saya akan tetap gowes bin Ngonthel bin nyepeda. Kalau nanti Saya sudah punya motor sendiri atau pun mobil..(Aamiin…*kenceng) InsyaAlllah kegiatan bersepeda akan tetap Saya lakukan. Semoga punya rejeki untuk membeli sepeda yang bagus yang memang buat gowes. Karena bersepeda itu berjuta rasanya. Ku bahagia dan mensyukuri setiap episode yang  kurasakan. Setiap kali bersepeda yang kulakukan adalah merenung, berfikir, bermimpi, menemukan ide-ide yang teramat gila. Terkadang kalau air mata tak mampu lagi kutahan, aku meneteskannya, kadang berteriak sekencang-kencangnya di atas sepeda. Tapi tetep, muka ditutup dengan slayer. Sekalipun hanya kedua bola mata ini yang nampak, orang lain tetap bisa melihatku saat senyum itu mengembang. Ya..karna mata adalah jendela hati.  Setiap masa dan kesempatan yang kulewati adalah hikmah. Ada cinta Allah yang teramat istimewa di segala peristiwa. Semoga menjadi sebaik-baik hamba yang senantiasa bersyukur baik saat sempit maupun saat lapang..
Serunya bersepeda :)
Selamat ngnthel para bikers… Berbahagialah saat kau naiki  sepedamu, karena gak semua orang beruntung bisa membeli sepeda semahal kamu. Selain itu gak semua orang bisa merasakan sensasi bersepeda.. Jangan lupa tebar senyum, pasti tambah kecee deeh  ^_^


Selasa, 31 Desember 2013

MENEBAR CINTA LEWAT NADA (#DesemBerNasyid)

       Bulan Desember bagiku begitu luar biasa. Seperti yang tertulis di twitter ANN Yogyakarta #DesemBernasyid. Kenapa demikan? Karena selama bulan Desember 2013, Yogyakarta dipenuhi dengan beragam konser nasyid. Mulai dari HNJ 2 Blusukan tanggal 8 Desember, Konser Refleksi akhir tahun tgl 22 Desember, Konser Hakikat Cinta tgl 28 Desember, dan ditutup dengan konser 101 cinta dari Jogja tgl 29 Desember. Saya selaku pengurus Asosiasi Nasyid Nusantara Yogyakarta merasa sedikit kewalahan menyiapkan tiga konser nasyid di Bulan Desember ini.
          Bisa dibayangkan mulai hari senin sampai ahad tiada hari tanpa nasyid. Seneng siih,, tapi kalau pas lagi ngedrop ya gitu deeh.. memang harus berhenti sejenak *meminjam kata-kata mb cece. Hehe. Semua atas ijin Allah, saya diberi kekuatan dan kesehatan untuk menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Kalaupun ngedrop cukup istirahat sejenak, saat bangun fresh kembali. Saya sangat bersyukur, bulan ini migrainku tidak kambuh..Alhamdulillah. Allah memang Maha Segalanya, Allah tau saat diriku harus menyelesaikan banyak hal untuk kemaslahatan umat..(wuiiih bahasane ngerii).
          Acara konser pertama adalah Harmoni Nasyid Jogja 2 #Blusukan, disebut blusukan karena lokasi tempat kami membuat kegiatan memang benar2 mblusuk, sampe dari Dinas Pariwisata saja keblasuk (Red.Kesasar) haha. Enggak ding, acara HNJ memang sengaja dibuat di desa untuk memaksimalkan potensi wisata di desa. Karena basecamp kami di Sinduadi, maka kami harus melaksanakan event di sekitar basecamp. Acara berjalan lancar Alhamdulillah, saya kebagian tugas membaca sari tilawah dengan tembang.  Rada gimana gitu nampil di depan para munsyid, mukaku udaah puceet sebenere. Hihii.. *kayaknya g pada tau  :). Setelah sari tilawah dilanjutkan dengan penampilan kesenian dari daerah setempat mulai dari hadroh, rebana maupun tarian. Selanjutanya adalah penampilan para grup nasyid yang terdiri dari Awallun, Sintesa,Riham, Suara Syuhada dan Azzam. Oh ya,, ada tausiyah juga dari Ustad Anant dan dari dek Nita (dulu finalis pildacil). Tausiyahnya keren, suaranya ustad Anant juga kereen bingiit, mantan rocker gitu looh. Satu agenda selesai Alhamdulillah.
Festival Seni Religi HNJ 2 #Blusukan

Acara kedua adalah menjadi panitia Jogja Muslim Festival atau disingkat dengan JoMfest. Orang-orang menyangkanya Jomblo Festival. Keluarga saya bergurau seperti ini, “panitia JoMfest berarti Jomblo semua ya?” hanya bisa ngakak guling2 di kasur. :-D. Acara JoMfest terdiri dari banyak agenda mulai dari diskusi budaya, dakwah kreatif, diskusi tentang hijab, kepenulisan, pentas teater dan gong-nya adalah konser nasyid. Saya terlibat langsung di dua acara yaitu pentas teater KSB dengan tema ‘Besok Langit Runtuh’ dan Konser Nasyid bertajuk ‘Refleksi Akhir Tahun’. Huaa..sungguh menguras energy memang terlibat di teater, latihan sampai tengah malam bahkan harus berhujan2 ria. Bahkan sempat saya pulang hampir subuh saat gladi resik. Namun ada satu hal yang membuat kami semangat. Pak Kuncoro memberikan tausiyah kepada para pemain teater yang membuat saya pribadi makjleb banget deh.
Tausiyah Pak Kuncoro
  Isi tausiyah yang diberikan Pak Kun kepada kami kurang lebih begini: “Kita sebagai pelaku seni Islam harus memiliki niatan yang beda, kalau pelaku seni yang lain tampil hanya sekedar kecintaan terhadap seni. Kalau kita berbeda, kita sedang menyampaikan kebaikan, kita sedang berdakwah lewat seni. Sejatinya kita itu sedang mengumpulkan alasan-alasan agar Allah memasukkan kita ke syurga. Semoga lelah dan perjuangan teman-teman ini dicatat oleh malaikat. Lelah kita ini bisa menjadi alasan bahwa kita layak masuk ke syurga Allah.” Waktu itu hujan deras mengguyur lokasi kami latihan, duduk di lantai tanpa alas apapun walau dingin kami tetap semangat berlatih. Setelah mendengar taujih dari Pak Kun. Saya semakin menggelora untuk terus belajar dan berjuang menebar kebaikan lewat seni.
          Malam yang dinantipun tiba, tepatnya tgl 21 Desember pukul 21.00 teater KSB dimulai. Oya,, perlu diketahui bahwa saya tidak main teater melainkan  nembang. Saya nembang maskumambang untuk mengiringi tari dan palaran durma  di akhir babak pementasan. Alhamdulillah berjalan lancar,, walau di awal sempat terulang lagi seperti tahun lalu. Pemain musiknya ada nampil di luar kota dan terjebak macet,  terlambat datang dan membuat kami deg2an. Hahah..tapi malam itu tidak sekhawatir dulu sih, karena malam sebelumnya sudah kutebak kalau mereka (Mas Andi dkk) pasti akan terlambat,. Dan ternyata,,memang benar. Pemain musiknya mas Andi di keyboard dan mas Caesar memainkan saxophone dan cajon. Mereka itu lucu2 bathok deh, di sela2 latihan aku nyanyi2 bareng mereka. Lumayan sih ngurangi stress.
Malam berikutnya adalah puncak acara, ada konser Refleksi Akhir tahun. Pengisinya ada Fatih, JV, Al ghifari dan Salman Al Jogjawy (sakti eks SO7).  Seperti biasa, saya yang membuat konsepnya dan tau gak sih konsep baru jadi hari Senin sedangkan konsernya hari ahad malam. Bener2 amazing daah,, harap maklum gitu. Tapi so far,, so good is very good *bukan bermaksud iklan. Hihi..
Ahad pagi tgl 22 Desember ada cek sound, temen2 fatih dan JV  Gladi Resik. Saya mencoba menyampaikan konsepan kepada para penampil. Walau sempat beda pendapat, akhirnya ambil jalan tengah. Itu saya yang memutuskan. Sempat dikira saya takut, karena nyerah dan mengikuti maunya penampil. Sebenarnya Saya sedang menghindari konflik. Itu aja, agak trauma gimana gitu..(kalau ini asli lebaay). Setelah GR kami pun sarapan soto bareng. Karena belum tau tempatnya akhirnya ngikut aja daah, walau akhirnya ada yang misah dan  kami saling tunggu gitu deh. Akhirnya regudukan mereka datang juga. Soto nya namanya apa lupa, yang jelas rasanya sama kaya soto di Warung Makan Ratih. Haha itu warunge ibuku. Tau gak sih kita berjumlah 16 orang dan menghabiskan gorengan sekitar 30. Banyak yaa, walau mereka penyanyi tidak takut makan gorengan tuh.. (perlu dicontoh neeh :P)

sarapan bareng all pengisi konser JoMfest

Waktu konser tibaa,,, taraaa… acara molor ciin karena salah satu penampil terlambat. Konser baru mulai sekitar pukul 20.15. Alhamdulillah acara lancar, penonton hampir memenuhi seluruh kursi. Acara konser semakin syahdu dengan permainan piano Ibu Kun Setyaning Astuti yang membawakan lagu kebenaran dan yethie (Kupu2 di musim semi). Di tengah acara sempat ada kesalahan yang saya lakukan. Ampuni saya Ya Allah.. Tapi acara terus berjalan.. Closing acara semua menyanyikan Yogyakarta. Walau saat closing sebagian penonton sudah pulang, kami tetap merasa senang karena konser tersebut jadi penawar rindu. Selain rindu penampilan JV dan Fatih juga rindu akan senandung yang menyentuh kalbu.

After Konser Refleksi Akhir tahun

Fatih in action 
         
Acara konser di bulan Desember ditutup dengan Konser 101 Cinta dari Jogja. Acara dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 2013 pukul 15.40 di Consert Hall Taman Budaya. Konser ini cukup istimewa karena menampilkan hampir 100 orang bernyanyi bersama dalam satu panggung. Persiapan yang tidak begitu lama, kurang lebih 2,5 bulan sempat membuat kami pesimis. Terlebih dinamika yang terjadi selama proses produksi konser ini. Sungguh menguras hati,, (Duuh lebaay lagi..).
Latihan KMM
Setiap ahad para penampil latihan di amphiteater TBY. Penampil yang terlibat dalam Konser Musik Mulut ini terdiri dari para pelajar dan nasyid-nasyid seperti Riham, Awallun,Azzam, Fatih, Sintesa, Vertizone, Dasi, dll. Mengumpulkan 100 orang tidaklah mudah, sms satu persatu ditambah cuaca yang tak menentu kadang panas kadang hujan membuat para penampil tidak bisa berangkat latihan. Saya dan tim produksi sempat stress karena yang berangkat latihan berbeda-beda, jadi harus diulang-ulangi terus. Tapi Alhamdulillah,, mendekati waktu konser para penampil mulai semangat.
Latihan di TBY
Saya trenyuh melihat semangat adik-adik pelajar yang rela menerjang hujan untuk berangkat latian. Nasyid yang sudah senior saja kadang jarang berangkat latian, bahkan tanpa keterangan. Sempat kesal dan kecewa juga dengan mereka. Maafkan saya,, walau saya tau kesibukan kalian setidaknya memberi tahu dan ijin ketika tidak berangkat itu  lebih membuat kami lega. Terlepas dari itu semua, satu minggu full mereka latian tiap hari. Dari pagi sampai sore, untungnya tidak ada yang sakit.
Gladi Kotor KMM
Konser Musik Mulut ini juga didukung oleh teater dari Forum Lingkar Pena. Teater dimainkan dicapter kedua. Oya..konser ini dibagi menjadi 3 bagian. Pertama, berisi tentang persahabatan dan cinta keluarga. Pada bagian ini mereka memainkan lagu kepompong, sahabat sejati, terbaik bagimu. Kedua berisi tentang cinta Indonesia, memainkan lagu medley jawa, medley nusantara, Indonesia pusaka, bendera, dan dichapter terakhir menampilkan tentang Islam. Pad chapter terakhir masing-masing grup professional tampil berkolaborasi dan tampil sendiri. Ada yang lupa bintang tamu dari KMM ini adalah om-om FATIH. Fatih tampil membawakan lagu Sobat kau hebat, Tuhan, dan Closingnya Nasyid Memang Asyik bersama seluruh penampil KMM.
Saya pribadi tak kuasa untuk tidak meneteskan air mata, melihat mereka tampil sedemikian hebatnya. Terlepas masalah-masalah teknis yang terjadi di luar kuasa kami. Tapi secara keseluruhan, saya bangga pada mereka semua. Sungguh Allah Maha Kuasa,, telah mengijinkan kami dan memberikan kekuatan kepada kami untuk tetap bertahan dan melaksanakan konser ini. Saya ingat betul ketika ada tiga orang datang membawa selembar kertas kosong, menemui saya di studio. Waktu itu saya tidak bisa memberikan ide apa2, hanya sekedar brainstorming. Saya tau betul bagaimana perjuangan teman2 panitia yang jatuh bangun untuk melaksanakan konser ini. Berawal dari segelintir orang yang berangkat latian maupun saat syuro koordinasi. Sampai akhirnya bisa mengumpulkan hampir seratus penampil dan puluhan panitia.  Selama persiapan konser ini berlangsung. Saya hanya bisa datang menemani mereka latian, menyalurkan semangat, dan mendoakan. Hanya itu yang bisa saya lakukan,,
Sungguh berkat keikhlasan teman-teman panitia yang mengharap ridho Allah, maka  Allah  ijinkan konser ini dapat terwujud. Beberapa hari menjelang konser sampai konser berlangsung cuaca Yogyakarta  sangat cerah..Seolah Allah mengirimkan bahasa langit untuk menjawab kegundahan kami tentang kesuksesan acara ini. Alhamdulillah,,segala puji bagi Allah..konser ini berjalan dengan lancar. Sangat bangga menjadi bagian dari Konser hebat ini, bertemu dengan para arranger hebat, penampil yang hebat, panitia yang hebat, dan didukung oleh penonton yang hebat pula.. Ada jargon yang selalu digaungkan oleh Atik ‘ Mari menebar Cinta-Nya lewat nada. Sampai beberapa hari ini, saya masih teringiang-ngiang suara merdu mereka saat di panggung.
Punggawa hebat KMM ^_^

“Ya Allah izinkan kami yang kerdil ini,, meraih cinta-Mu, izinkan kami yang hina ini,, mengumpulkan alasan-alasan hingga kami mendapatkan predikat ‘Layak’ masuk syurga-Mu. Jalan melalui seni ini kami tempuh sebagai wujud ketaatan kami kepada-Mu. Ridhoilah langkah kaki kecil kami tuk mangais pahala dari-Mu.. Teguhkan iman kami, istiqomahkan kami,,agar selalu  menjadi hamba yang taat dan tunduk akan perintah-Mu. Aamiin
Yogyakarta 31 Desember 2013


Senin, 23 September 2013

RASANYA BARU KEMARIN

Rasanya baru kemarin saya ‘ disapih’  dari minum ASI,
Rasanya baru kemarin  perjuangan berat  mbaku yang harus membawaku ngungsi di Wonogiri agar bisa lepas dari ASI.
Rasanya baru kemarin saya digendong bapak ‘bobo tangan’ sambil kelililing sekitar rumah sampai tertidur
Rasanya baru kemarin masku melakukan hal yang serupa  dengan bapak menggendongku saat aku akan tidur, namun kami menyebutnya dengan istilah ‘mengapa-mengapa’
Rasanya baru kemarin aku  suka ketiduran di depan TV atau di sofa dan digendong bapak dipindahkan ke kamar.
Rasanya baru kemarin aku merasakan menjadi anak TK, yang diantar jemput simbah  dan membonceng terbalik pula.
Rasanya baru kemarin aku SD berangkat dan pulang bareng mbaku yang kebetulan masih wiyata di sana.
Rasanya baru kemarin saya merasakan menjadi anak SMP yang membuat heboh sekolahan karna saya menyanyi dangdut
Rasanya baru kemarin saya merasakan jadi anak SMA yang hip-hip hura, ikut semua kegiatan.. pramuka, OSIS dan sudah berani jatuh cinta..
Rasanya baru kemarin saya masuk Kuliah mengikuti OSPEK diantara ribuan mahasiswa..
Rasanya baru kemarin saya melakukan itu semua, ternyata saya sudah dewasa..
Kaki mungil yang dulu ibuk pegang dan ibuk usap dengan lembut telah tumbuh menjadi kaki yang siap menapak lebih kuat, siap berpijak menjalani fase-fase kehidupan yang lebih matang.
Semoga keridhoaan Allah selalu menyertai di setiap langkah, iman selalu terpatri dalam diri..

Allah kuatkan aku, ijinkan aku menjadi sebenar-benar hamba yang selalu tulus mencintai-Mu..
Sumber: fotografer.net
Merasa aman adalah saat digendong bapak

Jumat, 20 September 2013

PUISI CINTA SEORANG AHLI TAJWID KEPADA ISTRINYA


Dik, saat pertama kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah...
hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar...

Aku di matamu mungkin bagaikan Nun Mati di antara idgham Billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada...

Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar,
jelas dan terang...

Jika Mim Mati bertemu Ba disebut ikhfa Syafawi,
maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta...

Sejenak pandangan kita bertemu,
lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham Mutamaatsilain.­..
melebur jadi satu.

Cintaku padamu seperti Mad Lazim ...
Pali­ng panjang di antara yang lainnya...

Setelah kau terima cintaku nanti,
hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro..
terpantul-pantu­l dengan keras...

Dan akhirnya setelah lama kita bersama,
cinta kita seperti Iqlab,
ditandai dengan dua hati yang menyatu..

Sayangku padamu seperti Mad Thobi'I dalam quran...
Buanyaaakkk beneerrrrr....

Semoga dalam hubungan,
kita ini kayak idgham Bilaghunnah ya,
cuma berdua, Lam dan Ro' ..

Layaknya Waqaf Mu'annaqah,
engkau hanya boleh berhenti di salah satunya, dia atau aku?

Meski perhatianku ga terlihat kaya Alif Lam Syamsiah,
cintaku padamu seperti Alif Lam Qomariah, terbaca jelas...

Dik, kau dan aku seperti Idghom Mutajanisain...
perjumpaan 2 huruf yang sama makhrajnya tapi berlainan sifatnya...

Aku harap cinta kita seperti Waqaf Lazim,
terhenti sempurna di akhir hayat...

Sama halnya dgn Mad 'Aridh dimana tiap mad bertemu Lin Sukun Aridh akan berhenti,
sepert­i itulah pandanganku ketika melihatmu...

Layaknya huruf Tafkhim,
namamu pun bercetak tebal di fikiranku

Seperti Hukum Imalah yg dikhususkan untuk Ro' saja,
begitu juga aku yang hanya untukmu.

Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu
seperti Mad Aridlisukun ....


KETIKA PREMAN TERMINAL JATUH CINTA

Sebuah kisah, tentang seorang pemuda. Bisa dikatakan ia adalah 'preman terminal'. Pemuda tersebut menyukai seorang gadis cantik nan sholihah. Gadis itu sebenarnya sudah tau seperti apa kelakuan si pemuda yang sering mabuk-mabukan, gonta-ganti pacar dll. Si Gadis malah meyakinkan kepada si pemuda " aku yakin,kamu pasti bisa berubah menjadi lebih baik jika kamu mau, Kalau kamu memang serius silahkan datang ke rumah ketemu dengan bapak". Sejak ia mengenal dengan sang gadis. Pemuda itu mengakhiri hubungan dengan semua cewek-cewek yang tidak jelas. Ia merasa yakin dengan gadis tersebut. Ia berniat untuk meminangnya. Namun Si pemuda merasa perlu menyiapkan mental dan perlu belajar basa krama karna ia merasa tidak bisa berbahasa jawa krama dengan baik. Pemuda itu meminta diberi waktu 2 bulan untuk belajar bahasa jawa krama agar bisa 'nembung' kepada ayah si gadis. Pemuda itu belajar mati-matian agar bisa berbahasa krama dengan baik di hadapan ayah si gadis. Waktu yang dinantikan pun tiba, Si Pemuda datang ke rumah gadis tersebut, ia mengenakan pakaian terbaiknya, tak lupa memotong rambut yang gondrong sehingga nampak lebih rapi. Saat ketemu sang ayah, keringat terus bercucuran, grogi melanda..teks yang sudah ia tulis dan pelajari bubar semua. Pertanyaan dari Ayah sang gadis yang bertanya asal dari mana, pekerjaannya apa cukup membantu mengurangi rasa grogi. Hingga akhirnya pemuda itu pun menyampaikan maksud kedatangan berkunjung ke rumah Si gadis. Lalu jawaban dari sang ayah " nyuwun pangapunten mas, anak kula sampun wonten calonipun". Jawaban yang di luar dugaan pemuda itu. Yaah intinya si gadis sudah dijodohkan dengan orang lain. Perjuangannya selama dua bulan belajar basa krama luluh seketika dalam waktu tak kurang dari 10 menit. Mendengar jawaban itu Si pemuda menyampaikan maaf dan akhirnya berpamitan dengan sebongkah hatinya yang kecewa.
_________________________________________________________
Ini adalah kisah nyata, ada beberapa himah yang dapat diambil:
1.Semua orang menginginkan pasangan yang terbaik, bahkan seorang preman terminal sekalipun. Mari berkaca sudah seperti apakah kita?
2. Sikap berani yang diambil si pemuda, ia tidak mengajak pacaran si gadis melainkan mangajak nikah. Hubungan serius itu bukan pacaran, melainkan pernikahan.
3.Tak perlu menjadi orang lain,, kalaupun memang tidak bisa berbahasa jawa krama ya tidak perlu memaksakan diri untuk menjadi orang lain. Jadilah diri sendiri. Jujur saja kepada si Ayah. Katakan saja seperti ini "Bapak,nyuwun pangapunten kula mboten saged basa krama kanthi sae".
4. Gadis itu memiliki niat yang sangat mulia ingin mengajak si pemuda berubah menjadi manusia yang lebih baik.
5.Harus siap dengan penolakan. Kalau berani meminta harus siap menerima segala resiko yaitu sebuah penolakan.Walau sehalus apapun bahasa yang digunakan, saya rasa penolakan akan terasa sakit. Bukankah kita tahu ketika melamar seorang gadis kita tidak sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis melainkan meminta kepada Allah melalui wali si gadis. Jadi ketika ditolak kita harus ikhlas berarti itu jalan terbaik yang dipilhkan Allah untuk kita.
6. Ketaatan si gadis kepada orang tua, walau ia juga merasakan ketertarikan kepada si pemuda, Ia tetap mematuhi apa yang telah dipilihkan orang tuanya. Saya yakin bahwa kebanyakan orang tua mampu melihat baik tidaknya sesorang untuk menjadi pasangan dan imam bagi putrinya. Yang perlu diingat ridho Allah ada pada ridho orang tua. Apalah artinya sebuah pernikahan jika orang tua tidak merestui, tak akan ada ridho Allah di dalamnya.

Kalau masih Ada lagi hikmah yang bisa diambil dari kisah diatas yang belum terungkap silahkan ditambahkan ya teman2, semoga bermanfaat 

Muwashofat

Mari simak video berikut kita belajar muwashofat
Cekidoooott... ^_^

Pentingnya Tarbiyah
Tarbiyah sangat penting sebagai imunitas dalam menghadapi serangan musuh, selain sebagai sarana penguat aqidah. Karena Tarbiyah adalah sebuah sarana untuk membentuk pribadi dambaan ummat hingga mampu membentuk komunitas Islami menuju terwujudnya kembali sebuah peradaban ideal.
Tarbiyah yang merupakan sebuah kemestian, keharusan bagi pada da’I Islam memiliki karakteristik tersendiri yang menjadikannya ‘begitu indah’. Rabbaniyah, sebagaimana karakter Islam itu sendiri, Tarbiyah pun bersumber dan bertujuan hanya kepada Allah. Lalu tadaruj atau bertahap. Dakwah adalah sebuah proses dan tahapan, sehingga Tarbiyah pun dilakukan dan berjalan secara bertahap, step by step, sehingga tidak memberatkan dan memaksakan meski juga tidak ringan. Selain itu dalam Tarbiyah juga berlaku tawazun alias seimbang . Artinya menempatkan segala sesuatu pada haknya. Dan juga syaamil atau universal, menyentuh seluruh lini dan sisi kehidupan. Karena Tarbiyah sebagai pondasi dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamiin –‘memanusiakan’ manusia. Terakhir dalam tarbiyah tidak mengenal kata cukup atau berhenti, ia berkesinambungan (istimror) sepanjang hidup. Atau yang disebut life education alias Tarbiyah madal hayah
Apakah itu Muwasafat Tarbiyah?

Muwasafat Tarbiyah adalah kriteria yang perlu ditanamkan dalam diri untuk membentuk keperibadian Muslim yang unggul. Insyaallah.

1.Salimul Aqidah
Aqidah yang bersih (salimul aqidah) merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah Swt dan dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan- ketentuan-Nya.

Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya: ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam’ (QS 6:162). Karena memiliki aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam da’wahnya kepada para sahabat di Makkah, Rasulullah Saw mengutamakan pembinaan aqidah, iman atau tauhid.
2. Shahihul Ibadah
Ibadah yang benar (shahihul ibadah) merupakan salah satu perintah Rasul Saw yang penting, dalam satu haditsnya; beliau menyatakan: ‘shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat.’ Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul Saw yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.
3. Matinul Khuluq
Akhlak yang kokoh (matinul khuluq) atau akhlak yang mulia merupakan sikap dan prilaku yang harus dimiliki oleh setkal muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat.

Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah Saw diutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah di dalam Al- Qur’an, Allah berfirman yang artinya: ‘Dan sesungguhnya kamu benar- benar memiliki akhlak yang agung’ (QS 68:4).
4. Qowiyyul Jismi
Kekuatan jasmani (qowiyyul jismi) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat atau kuat, apalagi perang di jalan Allah dan bentuk- bentuk perjuangan lainnya.

Oleh karena itu, kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi, dan jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk yang penting, maka Rasulullah Saw bersabda yang artinya: ‘Mu’min yang kuat lebih aku cintai daripada mu’min yang lemah’ (HR. Muslim).
5. Mutsaqqoful Fikri
Intelek dalam berpikir (mutsaqqoful fikri) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang penting. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas) dan Al-Qur’an banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia antuk berpikir, misalnya firman Allah yang artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang, khamar dan judi.

Katakanlah: ‘pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.’ Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ‘Yang lebih dari keperluan.’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir (QS 2:219). Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktivitas berpikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas.

Bisa kita bayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatka pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu. Oleh karena itu Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang sebagaimana firman-Nya yang artinya: Katakanlah:samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui, sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran (QS 39:9).
6. Mujahadatun Linafsihi
Berjuang melawan hawa nafsu (mujahadatun linafsihi) merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim, karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan dan kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu.

Oleh karena itu hawa nafsu yang ada pada setkal diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Tidak beragmana seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran islam) (HR. Hakim).
7. Harishun ‘ala Waqtihi
Pandai menjaga waktu (harishun ala waqtihi) merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu itu sendiri mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Allah Swt banyak bersumpah di dalam Al-Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan sebagainya. Allah Swt memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama setiap, Yakni 24 jam sehari semalam.

Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. Karena itu tepat sebuah semboyan yang menyatakan:

‘Lebih baik kehilangan jam daripada kehilangan waktu.’ Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi. Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk memanaj waktunya dengan baik, sehingga waktu dapat berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia.

Maka diantara yang disinggung oleh Nabi Saw adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.
8. Munazhzhamun fi Syu’unihi
Teratur dalam suatu urusan (munzhzhamun fi syuunihi) termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al-Qur’an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya.

Dengan kata lain, suatu udusán dikerjakan secara profesional, sehingga apapun yang dikerjakannya, profesionalisme selalu mendapat perhatian darinya. Bersungguh-sungguh, bersemangat dan berkorban, adanya kontinyuitas dan berbasih ilmu pengetahuan merupakan diantara yang mendapat perhatian secara serius dalam menunaikan tugas-tugasnya.
9. Qodirun ‘alal Kasbi
Memiliki kemampuan usaha sendiri atau yang juga disebut dengan mandiri (qodirun alal kasbi) merupakan ciri lain yang harus ada pada seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian, terutama dari segi ekonomi.

Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Karena itu pribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya raya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan haji dan umroh, zakat, infaq, shadaqah, dan mempersiapkan masa depan yang baik.

Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al-Qur’an maupun hadits dan hal itu memilik keutamaan yang sangat tinggi. Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik, agar dengan keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah Swt, karena rizki yang telah Allah sediakan harus diambil dan mengambilnya memerlukan skill atau ketrampilan.
10. Naafi’un Lighoirihi
Bermanfaat bagi orang lain (nafi’un lighoirihi) merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaannya karena bermanfaat besar.

Maka jangan sampai seorang muslim adanya tidak menggenapkan dan tidak adanya tirák mengganjilkan. Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berpikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dalam hal-hal tertentu sehingga jangan sampai seorang muslim itu tidak bisa mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya.

Dalam kaitan inilah, Rasulullah saw bersabda yang artinya: sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Qudhy dari Jabir). Demikian secara umum profil seorang muslim yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits, sesuatu yang perlu kita standarisasikan pada diri kita masing-masing.


Tarbiyah memang bukan segala-galanya namun segalanya berawal dari Tarbiyah. Tarbiyah..:D

BAPAK (BAG 1)


 Bapak..dua suku kata ini mungkin memang tak sepopuler satu suku kata i-b-u.  Siapakah yang sebenarnya perhatian namun terkadang sikap angkuh dan cueknya yang ditunjukkan itulah bapak. Siapakah yang tidak mau mengantarkan ke terminal setiap aku akan kembali ke Jogja. Ia hanya sekedar bersalaman dan cipika cipiki saja siapa lagi kalau bukan bapak.  Siapakah orang yang paling cemburu ketika ada lelaki datang ke rumah, ia akan memasang wajah paling ‘wow’ sedunia. Ia adalah bapak. Salah satu  Lelaki hebat bagiku adalah bapak.   Meski aku tidak lahir dari keluarga yang kaya secara materi  namun aku bahagia karna selalu berlimpah kasih sayang.
Terlahir menjadi anak terakhir membuatku sangat mendapatkan perhatian lebih dari semua anggota keluarga. Ya mungkin itulah yang membuatku terkadang dianggap menjadi anak yang manja. Bapak itu sangat keras dalam mendidik putra-putrinya. Jam 5 sore belum sampai di rumah, pasti akan dimarahi habis-habisan. Bapak menginginkan anaknya sudah berada di rumah, sudah mandi  kemudian siap-siap berjamaah pergi ke masjid untuk shalat maghrib. Aku ingat  masa kecilku dulu cukup bandel dan sering sekali mendapatkan omelan dari bapak. Aku baru sadar itulah cinta yang ia tunjukan kepadaku, ia ingin menjadikanku anak yang baik.
Malam selalu mengingatkanku pada sosok bapak, bapak yang selalu menggendongku dan bersenandung hingga aku tertidur pulas, aku menyebut ritual digendong sebelum tidur ‘ bobo tangan’. Alangkah merepotkannya aku dulu, setiap akan tidur harus digendong terlebih dahulu dan sambil rengeng-rengeng bapak nembang. Beda lagi kalau dengan masku, aku menyebut ritual gendhong di tangan dengan ‘mengapa-mengapa’. Sebenarnya ini hanya alibi masku saja, gendong sekaligus curcol. Habis putus dengan pacarnya makanya menyanyikan lagu chrisye yang sendiri lagi. Aku baru tahu setelah dewasa ini. Masku cerita sendiri, hehe.
Kembali lagi kepada Bapak, bapak itu sosok yang rajin, mau belajar, perfeksionis, terkadang tidak bisa mempercayakan pekerjaan kepada orang lain. Jadi inginnya semua pekerjaan dikerjakan sendiri. Tapi istimewanya bapakku adalah ia adalah bapak multitalenta. Talenta yang dimiliki bapak luar biasa.


1. Bapak dan Wayang
          Bapak itu bisa memainkan wayang alias dhalang. Meski tidak lair dari keluarga seniman tapi bakat bapak luar biasa. Hanya dengan melihat orang lain dhalang bapak mampu ndhalang, padahal usianya saat belajar ndalang sekitar 25 tahun. Memang tidak ada yang tidak mungkin jika mau belajar dan terus berusaha.
Bapak saat ndalang sekitar th 70-an
Bapak dulu juga sempat belajar ndhalang ke keraton Solo namun entah kenapa tidak dilanjutkan lagi. Bapak itu satu angkatan dengan Dhalang Kondhang Ki Manteb lho.. Namun bapak dan Ki Manteb beda nasib. Perbedaannya  Ki Manteb jadi dhalang terkenal karena memang berasal dari keluarga berada sedangkan  bapak menghentikan langkahnya menjadi dhalang. Maklum gamelan ataupun wayang saja tidak punya. Sedih sekali saat mendengar cerita bapak ketika ada tanggapan wayang. Bapak mendatangi rumah niyaga atau pesindhen satu persatu. Jika ternyata niyaga ataupun pesidhen yang akan diajak bapak pentas sudah lebih dulu menerima pekerjaan dari dhalang lain, Bapak harus legawa. Bapak mengalah dan pergi ke tempat lainnya. Saat itu tidak ada handphone seperti sekarang, sepada motor pun tak ada. Satu-satunya transportasi yang dimiliki adalah sepeda onthel. Pernah juga ke tempat pesindhen dengan ibuk naik sepedha onthel boncengan. Ibuk membawa lampu petromak karena saat itu jalanan tidak seterang saat ini. Perjalanan yang mereka tempuh bisa dibilang sangat jauh. Namun mereka tetap menjalani itu dengan ikhlas.
Bapak ndalang sekitar th 95

Pertama kali bapak ndhalang adalah di pernikahan adiknya bapak alias bulik , aku biasa menyebutnya ‘mak tik’. Setelah ndhalang semalam suntuk, bapak sempat merasa tidak bisa bangkit berdiri. Maklumlah pengalaman pertama duduk bersila dalam wakttu yang lama. Setelah pementasan perdana tersebut banyak warga yang menganggap bapak itu berbakat dan mereka menyukainya. Akhirnya bapak mulai diundang di acara-acara baik bersih desa, maupun acara pernikahan dari kampong ke kampong. Bapak ketemu ibuk juga saat ndhalang di Wonogiri lho.. tapi ibuk bukan pesindhennya.
Darah seni dari bapak sangat kental mengalir di tubuhku,  Sejak TK sudah mulai pentas baik gerak dan lagu, drum band, dll. Memasuki SD sudah mulai bernyanyi di atas panggung saat 17 Agustus. Aku ikut menyanyi dalam sebuah grup dangdut dimana para pemain musiknya adalah keluarga sendiri. Mulai dari sana aku belajar bernyanyi. Setelah itu sering diminta bernyanyi di acara sekolah, mewakili sekolah lomba macapat, ataupun menyanyi di pernikahan tetangga.
Saat memasuki SMP, bakat menyanyiku mulai diendus oleh guru musikku ketika aku mewakili kelas membawakan lagu terlena. Alhamdulillah juara 1. Setelah itu rutin menyanyi di setiap acara sekolah ataupun mewakili sekolah. Bahkan saat SMA ketika mengikuti lomba macapat bapak yang mengajari saya karena guru bahasa jawa saya tidak bisa nembang. Bapak selalu membuat saya terpesona..
Bersambung…… J